Belawan (SIB)- Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Lantamal I Belawan, Selasa (18/8) melakukan menenggelamkan 1 unit kapal penangkap ikan Malaysia dan 2 unit kapal penangkap ikan berbendera Indonesia di Perairan Belawan persisnya 26 mil dari dermaga Mako Lantamal I Belawan.Penenggelaman tiga kapal penangkap ikan tersebut dilakukan dengan cara meledakkan menggunakan dinamit daya ledak rendah pada kedalaman laut kurang lebih 40 meter.Dan lantamal I Belawan, Laksamana Pertama TNI Yudo Margono SE didampingi Dipolairdasu, Kombes Pol Tubuh M mengatakan, penenggelaman ketiga kapal penangkap ikan tersebut dilakukan setelah memiliki kekuatan hukum tetap.Dalam kesempatan tersebut Danlantamal I Belawan juga menegaskan, untuk mengantisipasi terjadi pencurian ikan di wilayah laut Indonesia maupun terjadinya penyimpangan penggunaan alat tangkap atau pelanggaran wilayah tangkap oleh kapal penangkap ikan berbendera Indonesia, TNI AL dan instansi terkait akan tetap melakukan operasi di laut untuk menegakkan kedaulatan bangsa.Kadispen Lantamal I Belawan, Kapten Laut (KH) Sahala Sinaga kepada wartawan mengatakan, kapal penangkap ikan berbendera Malaysia dengan nomor lambung PKFB 983 GT 83 sebelumnya ditangkap oleh petugas Ditpolairdasu dengan dugaan mencuri ikan di laut Indonesia sedangkan 2 kapal pukat grandong/tarik dua yakni KM Bintang Terang I dan KM Bintang Terang 2 GT 6 ditangkap petugas PSDKP (Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) Belawan beberapa bulan lalu.Selain di Perairan Belawan penenggelam kapal penangkap ikan asing juga dilakukan di perairan Pontianak 15 unit, Perairan Bitung 8 unit, Perairan Ranai sebanyak 5 kapal, Perairan Tarempa 3 kapal dan Perairan Tarakan sebanyak 4 kapal ikan dengan rincian 21 kapal ikan merupakan tangkapan KKP dan 12 kapal tangkapan TNI AL serta 5 kapal tangkapan Polri.Total jumlah kapal penangkap ikan berbendera Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina dan Indonesia yang ditenggelamkan secara serempak di Indonesia sebanyak 38 unit.Penenggelaman seluruh kapal penangkap ikan dengan menggunakan dinamit berdaya ledak rendah itu diharapkan dapat berfungsi menjadi rumpon di lokasi penenggelaman sehingga dapat berkontribusi terhadap kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejateraan nelayan Indonesia.(A9/k)