Medan (SIB)- Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) menyelenggarakan halal bil halal di Jalan Garuda IV Mandala Medan, Senin (17/8) dihadiri Ketua Menteri Malaka dari Malaysia Datuk Seri Ir. H Idris Harun.Idris Harun dalam sambutannya mengatakan, Malaysia dan Indonesia adalah negeri serumpun sehingga selayaknya mempererat jalinan persaudaraan. Saling membantu dan menjalin kebersamaan yang kuat."Mari kita pupuk persaudaraan untuk merapatkan silaturahmi antar sesama kita, jika ada masalah mari kita selesaikan dengan musyawarah. Indonesia berulang tahun yang ke 70 semoga Indonesia tetap jaya " pungkasnyaKegiatan yang berlangsung sangat meriah tersebut diisi dengan acara seremonial dan kegiatan bakti sosial dengan membagikan paket bantuan bagi warga yang kurang mampu.Menurut Ketua Biro Belia DMDI Sumut Sadi Aldi Al Idrus selain bakti sosial pembagian paket bantuan bagi warga yang kurang mampu, DMDI juga melaksanakan pemeriksaan dan pengobatan gigi gratis oleh para dokter muda Malaysia yang sedang menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran USU.Sadi Aldi Al Idrus yang ketua koordinator kegiatan menjelaskan halal bil halal yang berlangsung saat ini merupakan kegiatan tahunan untuk silaturahim bagi warga DMDI."Kegiatan ini selalu kita laksanakan setiap tahunnya untuk menjalin hubungan langsung antara masyarakat kampung ini dengan masyarakat di Malaka. Apalagi sebentar lagi memasuki ASEAN Economi Comunity sehingga perlu adanya kegiatan yang bisa mengeratkan silaturahim. Terlebih-lebih disini kita memiliki potensi dalam pembuatan gendang dan tentu potensi itu akan kita promosikan ke Malaysia untuk menciptakan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat disini" pungkasnya. Pantauan SIB di lokasi acara berlangsung sangat meriah. Tampak hadir anggota DPRD Sumut H Muhrid Nasution SE. Presiden DMDI Tan Sri H M Ali Rustam, Prof Madya Ahmad selaku Pejabat Hal Ehwal Mahasiswa Universitas Teknologi Malaysia beserta rombongan.Menurut Ahmad, pihaknya sengaja membawa sejumlah rombongan mahasiswa dari Malaysia untuk belajar budaya di Indonesia. Sehingga dengan mengetahui budaya negara tetanggga tentu jalinan persahabatan semakin erat."Kita bawa pelajar baik India, China, Melayu dari Malaysia untuk bisa melihat secara langsung tentang budaya serumpun kita Indonesia sehingga tercipta pemahaman budaya yang saling merekatkan, dan kita juga melakukan bakti sosial membedah rumah di Kampung Aru dalam waktu dekat," ujar Prof Madya Ahmad. (DIK-DH/y)