Medan (SIB)- Direksi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Medan mengajak seluruh karyawan pimpinan dan pelaksana melakukan optimalisasi bisnis dan efisiensi operasional menyusul semakin merosotnya harga crude palm oil (CPO) di pasar global.Demikian ditegaskan Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PTPN IV Medan Ir Andi Wibisono saat menjadi Inspektur Upacara pada HUT ke-70 Proklamasi RI di Kantor Direksi PTPN IV Medan, Senin (17/8). “Akibat lesunya permintaan global, perusahaan perkebunan seperti PTPN IV ikut mengalami posisi sulit.Soalnya harga CPO pada semester I tahun 2015 rata-rata masih berada pada angka Rp7.800 per kilogram. Akan tetapi Juli tahun ini harga CPO turun menjadi Rp6.100 per kilogram atau di bawah harga pokok produksi sebesar Rp6.200 per kilogram,†ujarnya.Kondisi harga seperti itu, lanjutnya, diperkirakan berlangsung sampai November tahun ini. “Apalagi Cina dan India tidak membeli CPO, maka harga diperkirakan tertekan terus,†paparnya. Untuk itu, seluruh tangki-tangki CPO milik PTPN IV baik di Pabrik Kelapa Sawit dan di pelabuhan diperbaiki agar mampu menampung produksi CPO yang dihasilkan dari kebun-kebun yang diusahakan.Dalam rangka memperingati Dirgahayu Kemerdekaan RI, pihak perseroan memberikan penghargaan (anugerah) ‘PTPN IV Award Kinerja Tahun 2014’ dengan kategori karyawan pemanen terbaik, PKS terbaik, kebun terbaik, manager inovatif, serta diberikan penghargaan kepada pengelolaan kebun terburuk. Selanjutnya diberikan penghargaan bagi karyawan yang telah mengabdi selama 20 tahun, 25 tahun, 30 tahun dan 35 tahun. Penghargaan berupa medali emas, piagam dan uang tunai.Karyawan Pimpinan yang dianugerahi penghargaan adalah Direktur SDM Ir Andi Wibisono yang telah mengabdi selama 30 tahun yang diserahkan Direktur Keuangan Setia Darma Sebayang. Andi Wibisono mengatakan, bahwa penghargaan maupun punishment yang diberikan untuk melecut semangat guna meningkatkan prestasi.Sebelumnya, Andi Wibisono membacakan Sambutan Menteri Negara BUMN Rini Sumarno yang menegaskan bahwa keberadaan BUMN di perayaan 70 Tahun Indonesia Merdeka harus mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi masyarakat. Juga disampaikan bahwa keberadaan BUMN dengan jumlah asset saat ini Rp4.600 triliun dengan 119 BUMN yang bergerak hampir di seluruh bidang industri, BUMN menginisiasi program ‘BUMN hadir untuk negeri’ di 34 provinsi di seluruh tanah air.“Menghadapi era persaingan global, BUMN tidak dapat lagi bergerak sendiri-sendiri dan sporadis. Upaya-upaya individu BUMN, meski sudah sangat maksimal, hanya akan mengantarkan pada peningkatan kinerja linier sifatnya. Sinergi dan kolaborasi antar entitas usaha khususnya antar BUMN adalah sebuah keniscayaan untuk mendorong pertumbuhan yang signifikan,†ujar Rini Simarno. (A22/rel/d)