Rektor Unimed Berangkatkan 340 Sarjana ke Daerah Tertinggal

- Rabu, 19 Agustus 2015 14:26 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB)- Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Dr Syawal Gultom MPd memberangkatkan 340  peserta program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) angkatan V (ke Aceh, Papua, NTT, Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku). Pemberangkatan bertepatan dengan perayaan HUT ke-70 RI di Stadion Unimed, Senin (17/8) sore.Sebelumnya, jumlah peserta SM3T sebanyak 350 orang, namun 10 orang dinyatakan gugur dengan rincian empat orang tanpa keterangan dan enam orang karena sakit. Peserta SM3T Unimed mendapatkan pembekalan wawasan kebangsaan dan fisik dari personil Kodam I/BB.Materi prakondisi yang diberikan kepada peserta SM3T yaitu, penjelasan tentang progran SM3T, informasi tentang kondisi sosial, budaya, infrastruktur, dan pendidikan di daerah 3T, informasi BKKBN, informasi hukum, kepemimpinan dan manajemen pendidikan, implementasi kurikulum 2013, workshop pengembangan perangkat pembelajaran dan penilaian kurikulum 2013, pemanfaatan media pembelajaran, melaksanakan tugas kependidikan pada kondisi khusus, keterampilan sosial dan kemasyarakatan, kepramukaan, UKS dan P3K serta wawasan kebangsaan dan bela negara, pembinaan mental,”kata ketua panitia Dr Sanusi Hasibuan MS dan Mayor TNI Mugidi.Syawal Gultom menyebutkan, peserta SM3T tidak dijamin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, peserta SM3T, setelah setahun akan mengikuti pendidikan profesi guru (PPG). Sebab, yang akan datang pendidikan guru itu sarjana plus PPG. "Sebenarnya peserta SM3T sudah mencukupi PPG setelah mengabdi di daerah 3T. PPG itu sudah modal yang sangat besar menjadi PNS sebetulnya. Tetapi kami tidak menjanjikan itu. Tetapi peluang mereka itu amat sangat besar," katanya.Penempatan lokasi pengabdian, lanjut Syawal, Kabupaten Simelue 36 orang, Kabupaten Lani Jaya 63 orang, Kabupaten Asmat 50 orang, Kabupaten Nunukan 48 orang, Kabupaten Timor Tengah Utara 38 orang, Kabupaten Talaud 30 orang, Kabupaten Siau Tagulandang Biaro 40 orang, dan Kabupaten Halmahera 35 orang.Syawal menyampaikan terima kasih kepada Kodam I/BB yang telah membina para sarjana ini sehingga keterampilan yang diperlihatkan amat rapi. “Kami sebut peserta ini sangat istimewa. Saudara akan mendidik di daerah yang tantangannya belum diketahui. Diberangkatkan bertepatan dengan perayaan HUT ke 70 tahun RI, suasana ini membuat kita lebih semangat, karena semangat Indonesia sejati, semangat Proklamasi Kemerdekaan ke 70 RI. Harapan saya tunjukkan prilaku mendidik yang terbaik. Secara fisik dan mental anda sudah siap,”katanya.Selain mendidik siswa, juga bisa mendidik masyarakat di sana. “Tugas anda bisa rangkap, tidak hanya di sekolah barangkali, catatlah ini menjadi sejarah dalam hidupmu, jadilah seperti pahlawan–pahlawan sebelumnya. Tidak banyak orang punya kesempatan ikut SM3T,” kata Syawal.Hadir saat pemberangkatan itu, para Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pascasarjana serta keluarga besar Unimed, Kepala Humas Universitas Negeri Medan, M Surip dan orang tua paserta SM3T angkatan V 2015 yang ikut menyaksikan pemberangkatan anaknya. Menurut seorang peserta, mereka digaji Rp2,7 juta/bulan. (A01/y)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Hakim Minta Kejagung Proses Hukum Pemilik Wilmar, Musim Mas dan Permata Hijau Grup: Terdakwa Hanya Karyawan!

Medan Sekitarnya

Penerima Bantuan Pangan di Sumut Naik Jadi 1,7 Juta KPM, Kebutuhan Beras dan Minyak Goreng Melonjak

Medan Sekitarnya

Eks Bos Wilmar Terbukti Bersalah di Kasus Suap Hakim, Lolos dari Kasus TPPU

Medan Sekitarnya

Usut Kasus Suap di Bea Cukai, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Jatim-Jateng

Medan Sekitarnya

Jemaah Masjid Taqwa Muhammadiyah Aek Kanopan Timur Gelar Salat Gerhana Bulan

Medan Sekitarnya

Konflik AS–Israel vs Iran, Warga Ramai Cicil Emas di Pegadaian