Medan (SIB) - Kehadiran pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Ramadhan Pohan/Edie Kusumah untuk maju pada Pilkada serentak tahun 2015, bukan langkah muluk-muluk, tapi benar-benar untuk membuat Kota Medan bangkit dari keterpurukan. Hal itu disampaikan Ramadhan Pohan saat beraudiensi ke Kantor Harian SIB Medan, Selasa (18/8). “Kami tidak bicara muluk-muluk untuk meningkatkan kwalitas pelayanan di Kota Medan dan target utama adalah bagaimana masalah banjir, kemacetan lalu lintas, jalan berlobang, keamanan dan narkoba dapat diatasi,†ujarnya tegas. Salah satu fokus utama adalah bagaimana menjadikan APBD Kota Medan bisa mencapai Rp 9 triliun seperti Kota Bandung yang dari sisi geografis dan potensi daerah jauh dibanding Kota Medan. Pada kesempatan itu, Ramadhan Pohan juga menegaskan bahwa pasangan Ramadhan Pohan/Edie Kusumah bukan pasangan “boneka†seperti yang diisukan pihak-pihak yang tidak menjalankan politik santun. “Kami diisukan sudah menerima bayaran untuk tidak serius…tapi kami tegaskan bahwa jawaban untuk itu adalah bahwa kami tidak membayar dan menerima satu peserpun untuk mendapatkan “perahu†(Demokrat, Gerindra dan Hanura) dan itu akan kami bayar tunai melalui kerja keras saat diberi kepercayaan memimpin Kota Medanâ€, ujar pria kelahiran Kota Pematangsiantar itu. Dikatakannya lagi, dia sudah menjalani profesi wartawan selama 20 tahun dan selalu memegang teguh integritas dan tidak bisa dibeli dengan rupiah. “Saya sudah terbiasa menghadapi tantangan hingga berskala internasional dan bahkan tekanan, sehingga ketika menghadapi hal serupa maka solusinya adalah dihadapi dengan rasional, bukan emosional,†katanya. Ramadhan Pohan juga menyampaikan penilaian bahwa minimnya pasangan pada Pilkada Kota Medan menunjukkan bahwa pembinaan politik di Kota Medan mengalami kegagalan. Bermodalkan dukungan dari 3 partai politik, pasangan Ramadhan/Edie akan menawarkan program untuk meretas problema yang dihadapi Kota Medan. Misalnya dalam hal pengangkatan pejabat di Kota Medan akan dilakukan melalui lelang jabatan dan melalui uji kompetensi dalam upaya mempercepat reformasi birokrasi. Permasalahan kemacetan kota akan diretas melalui program pengaturan dan pembangunan infrastruktur dan melahirkan Kadis Perhubungan yang handal dan terampil. MARTABEEdie Kusumah kelahiran Kota Medan yang sudah didaulat secara adat menjadi marga Panjaitan pada tahun 1997 di Medan, mengaku akan mengadopsi kampanye pembangunan yang pernah dipelopori Harian SIB dan Gubernur Raja Inal Siregar tentang “Marsipature Huta Na Beâ€. Slogan itu akan ditawarkan kepada para pengusaha asal Kota Medan yang sudah sukses di berbagai belahan dunia . Kunci utamanya adalah dengan memberikan kepastian akan komitmen pemimpin Kota Medan sehingga putra-putri asal Kota Medan akan kembali percaya untuk berinvestasi. “Kalau hal itu terjadi maka akan terjadi perubahan yang cukup dahsyat di Kota Medan. Ketika tidak ada lagi keraguan bagi investor datang, maka tidak ada keraguan bahwa volume APBD Kota Medan mencapai Rp 9 triliun adalah hal yang cukup realistis,†katanya. Katanya slogan Marsipature Hutana Be itu selalu terngiang di benak seorang Edie Kusumah yang mengagumi ketokohan Alm DR GM Panggabean yang dinilainya sebagai pelopor pembangunan di Sumut. Diakuinya bahwa figur GM Panggabean dikenalnya pada tahun 1975 manakala berkunjung ke Kantor Harian SIB. Saat itu rombongan dari Sekolah Tri Bukit diterima langsung DR GM Panggabean dengan stelan baju putih dengan dasi kupu-kupu. “Kunjungan saat ini menyegarkan kembali motivasi itu dan saat ini merupakan kesempatan untuk menyampaikan apresiasi kepada DR GM Panggabean sebagai founder pembangunan di Sumut melalui doa sesuai dengan kepercayaan kita masing-masing, ujarnya. Wakil II Pemred Harian SIB Drs Proklamasi Naibaho yang didampingi Redaktur Duga Munthe menegaskan bahwa Harian SIB merupakan media independen dan menampung prinsip - prinsip untuk menggerakkan pembangunan di Kota Medan. Menyikapi pilkada serentak tahun 2015, kata Proklamasi, Harian SIB akan fokus untuk mengawal penyelenggaraan pilkada sehingga berjalan dengan demokratis dan bisa melahirkan pemimpin yang lebih baik ke depan.(A08/d)