Sergai (SIB)- Melonjaknya anggaran penyelenggaraan Pilkada Serdangbedagai dari semula hanya Rp 22 miliar (di APBD 2015) menjadi Rp 46,1 miliar pada P-APBD tahun 2015 perlu dievaluasi. “Kenaikannya cukup besar dan fantastis sehingga harus direvisi dengan menyesuaikan kebutuhan ril,†ucap jubir Fraksi Hanura Supriadi saat menyampaikan pandangan umum fraksinya di sidang paripurna DPRD membahas nota pengantar Ranperda P-APBD Serdangbedagai Tahun Anggaran 2015, Selasa (18/8).Menurut Supriadi, anggaran untuk Pilkada Sergai semula sudah ditampung dalam APBD tahun 2015 untuk penyelenggara KPU sebesar Rp 20 miliar. Namun, dalam penjabaran P.APBD tahun 2015 malah melonjak menjadi Rp 34,4 miliar. Begitu juga untuk Panwaslu semula dalam APBD dianggarkan Rp 2 miliar, tetapi pada P.APBD 2015 bertambah menjadi Rp 7 miliar. Sedangkan anggaran untuk Polres yang sebelumnya belum ditampung, malah pada P.APBD 2015 dianggarkan sebesar Rp 4,7 miliar.Pada bagian lain, Fraksi Hanura juga menyoroti besarnya pertambahan belanja bantuan keuangan kepada pemerintahan desa yang semula hanya Rp 17,2 miliar melonjak menjadi Rp 47 miliar lebih di P.APBD 2015 atau kenaikannya mencapai 273 persen. Pertambahan ini harus diawasi secara ketat dengan mengadakan supervisi agar manajemen pelaksanaannya benar–benar untuk kepentingan masyarakat dan aparat desa memahami penggunaannya sehingga terhindar dari penyelewengan peruntukannya.Sementara Fraksi PKB lewat juru bicaranya, Bahagia Purba SH justru mempertanyakan penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari 3 pos pendapatan seperti dari Pajak Restoran terealisasi pada tahun 2014 sebesar Rp 1.400.975.018, namun pada P.APBD 2015 malah ditargetkan hanya Rp 1.222.000.000. Pajak Burung walet realisasi tahun 2014 Rp 60,5 miliar namun pada 2015 ditargetkan cuma Rp 50 miliar, serta pendapatan lain–lain yang syah yang realisasi tahun 2014 Rp 5.765.100.174 namun pada P.APBD 2015 diturunkan targetnya hanya Rp 3,1 miliar.Bahagia Purba meminta pada Plh Bupati agar dana pertambahan pendapatan dalam P.APBD 2015 dialokasikan untuk pembangunan jalan–jalan yang rusak parah di Desa Sentang dan Bogakbesar Kecamatan Telukmengkudu yang belum dilakukan pengerasan apalagi pengaspalan. Sehingga pada musim penghujan jalan vital antar desa tersebut tergenang air termasuk membangun sarana irigasi di Desa Bogakbesar agar areal persawahan seluas 481 HA bisa menghasilkan padi demi tercapainya swasembada pangan di kecamatan pinggiran pantai tersebut.Karmadi selaku juru bicara Fraksi Golkar dalam pandangan umumnya meminta kepada Plh Bupati agar dana SiLPA tahun 2014 sebanyak Rp 84.271.450.130 digunakan pada program-program yang sangat dibutuhkan masyarakat. Dana penyelenggaraan Pilkada Sergai itu sebaiknya digunakan untuk pelaksanaan Pilkades serentak di 100 desa yang sudah habis periode Kadesnya. Sekarang Kades yang dijabat PNS, ternyata tugas dan pelayanannya kurang maksimal.Di samping itu, Karmadi mengusulkan agar anggaran untuk SKPD yang penyerapan anggarannya tergolong rendah tidak lagi ditambah pagu anggaran pada P.APBD 2015.Pada Ranperda perubahan APBD tahun 2015 yang diajukan Plh Bupati ke DPRD diuraikan, PAD dalam APBD sebelumnya sebesar Rp 1.168.459.388.168 bertambah menjadi Rp 1.283.762.591.737. Sedangkan belanja daerah bertambah menjadi Rp 1.367.034.041.867 pada P.APBD 2015. (A30/q)