Fraksi Hanura : Besarnya Anggaran Pilkada Serdangbedagai Rp 46,1 Miliar Perlu Dievaluasi

*Fraksi PKB Pertanyakan Penurunan PAD dari Realisasi Tahun 2014
- Kamis, 20 Agustus 2015 10:36 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Sergai (SIB)- Melonjaknya anggaran penyelenggaraan Pilkada Serdangbedagai dari semula hanya Rp 22 miliar (di APBD 2015) menjadi Rp 46,1 miliar pada P-APBD tahun 2015 perlu dievaluasi. “Kenaikannya cukup besar dan  fantastis sehingga harus direvisi dengan menyesuaikan kebutuhan ril,” ucap jubir Fraksi Hanura Supriadi saat menyampaikan pandangan umum fraksinya di sidang paripurna DPRD membahas nota pengantar Ranperda P-APBD Serdangbedagai Tahun Anggaran 2015, Selasa (18/8).Menurut Supriadi, anggaran untuk Pilkada Sergai semula sudah ditampung dalam APBD tahun 2015 untuk penyelenggara KPU sebesar Rp 20 miliar. Namun, dalam penjabaran P.APBD tahun 2015 malah melonjak menjadi Rp 34,4 miliar. Begitu juga untuk Panwaslu semula dalam APBD dianggarkan Rp 2 miliar, tetapi pada P.APBD 2015 bertambah menjadi Rp 7 miliar. Sedangkan anggaran untuk Polres yang sebelumnya belum ditampung, malah pada P.APBD 2015  dianggarkan sebesar Rp 4,7 miliar.Pada bagian lain, Fraksi Hanura juga menyoroti besarnya pertambahan belanja bantuan keuangan kepada pemerintahan desa yang semula hanya Rp 17,2 miliar melonjak menjadi Rp 47 miliar lebih di P.APBD 2015 atau kenaikannya mencapai 273 persen. Pertambahan ini harus diawasi secara ketat dengan mengadakan supervisi agar manajemen pelaksanaannya benar–benar untuk kepentingan masyarakat dan aparat desa memahami penggunaannya sehingga terhindar dari penyelewengan peruntukannya.Sementara Fraksi PKB lewat juru bicaranya, Bahagia Purba SH justru mempertanyakan penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari 3 pos pendapatan seperti dari Pajak Restoran terealisasi pada tahun 2014 sebesar Rp 1.400.975.018, namun pada P.APBD 2015 malah ditargetkan hanya Rp 1.222.000.000. Pajak Burung walet realisasi tahun 2014 Rp 60,5 miliar namun pada 2015 ditargetkan cuma Rp 50 miliar, serta pendapatan lain–lain yang syah yang realisasi tahun 2014 Rp 5.765.100.174 namun pada P.APBD 2015 diturunkan targetnya hanya Rp 3,1 miliar.Bahagia Purba meminta pada Plh Bupati agar dana pertambahan pendapatan dalam P.APBD 2015 dialokasikan untuk pembangunan jalan–jalan yang rusak parah di Desa Sentang dan Bogakbesar Kecamatan Telukmengkudu yang belum dilakukan pengerasan apalagi pengaspalan. Sehingga pada musim penghujan jalan vital antar desa tersebut tergenang air termasuk membangun sarana irigasi di Desa Bogakbesar agar areal persawahan seluas 481 HA bisa menghasilkan padi demi tercapainya swasembada pangan di kecamatan pinggiran pantai tersebut.Karmadi selaku juru bicara Fraksi Golkar dalam pandangan umumnya meminta kepada Plh Bupati agar dana SiLPA tahun 2014 sebanyak Rp 84.271.450.130 digunakan pada program-program yang sangat dibutuhkan masyarakat. Dana penyelenggaraan Pilkada Sergai itu sebaiknya digunakan untuk pelaksanaan Pilkades serentak di 100 desa yang sudah habis periode Kadesnya. Sekarang Kades yang dijabat PNS, ternyata tugas dan pelayanannya kurang maksimal.Di samping itu, Karmadi mengusulkan agar anggaran untuk SKPD yang penyerapan anggarannya tergolong rendah tidak lagi ditambah pagu anggaran pada P.APBD 2015.Pada Ranperda perubahan APBD tahun 2015 yang diajukan Plh Bupati ke DPRD diuraikan, PAD dalam APBD sebelumnya sebesar Rp 1.168.459.388.168 bertambah menjadi Rp 1.283.762.591.737. Sedangkan belanja daerah bertambah menjadi Rp 1.367.034.041.867 pada P.APBD 2015. (A30/q)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Hakim Minta Kejagung Proses Hukum Pemilik Wilmar, Musim Mas dan Permata Hijau Grup: Terdakwa Hanya Karyawan!

Medan Sekitarnya

Penerima Bantuan Pangan di Sumut Naik Jadi 1,7 Juta KPM, Kebutuhan Beras dan Minyak Goreng Melonjak

Medan Sekitarnya

Eks Bos Wilmar Terbukti Bersalah di Kasus Suap Hakim, Lolos dari Kasus TPPU

Medan Sekitarnya

Usut Kasus Suap di Bea Cukai, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Jatim-Jateng

Medan Sekitarnya

Jemaah Masjid Taqwa Muhammadiyah Aek Kanopan Timur Gelar Salat Gerhana Bulan

Medan Sekitarnya

Konflik AS–Israel vs Iran, Warga Ramai Cicil Emas di Pegadaian