Binjai (SIB)- Kajari Binjai Wilmar Ambarita SH,MSi mengaku pihaknya belum pernah menerima laporan adanya penyimpangan dana Bantuan sosial (Bansos),DBD dan dana BOS untuk Kota Binjai ,selain itu pihaknya juga belum mendapatkan temuan berkaitan dengan dana tersebut.Jadi kalau ada masyarakat, atau pihak lain yang merasa dirugikan dengan masalah ini ,pihaknya tetap membuka diri untuk menerima laporannya. Hal itu diungkapkannya, Kamis (20/8) menjawab SIB di ruang kerjanya.Menurut Wilmar, Aberkaitan dengan dan Bansos di tingkat Propinsi Sumut yang sedang dalam penanganan pihak Kejagung dan Kejaksaan Tinggi Sumut pihaknya belum ada menerima petunjuk untuk membantu pemeriksaan untuk daerah kota Binjai ."Jadi kita masih menunggu perkembangan dari hasil pemeriksaan Kejagung dan Kejati Sumut.Dan kita siap membantu untuk hal tersebut ,ujarnya.Dikatakannya , bila ada laporan penyimpangan dana BOS,Bansos dan BDB di Binjai maka pihaknya akan menindaklanjuti dan berharap ada yang melapor jika merasa dirugikan .Karena dengan demikian akan bisa menjadi pintu masuk untuk membuka penyimpangan yang lain , kalau memang ada masalahnya .Karena kalau tidak ada laporan belum tentu bisa dibilang tidak ada masalah .Soalnya media massa yang ada di kota Binjai pun tidak ada yang menuliskan tentang penyimpangan dana tersebut padahal berita koran merupakan masukan yang akan terus ditanggapi pihak kejaksaan ,ungkapnya sambil menjelaskan bahwa pihak intelijen kejaksaan tetap melakukan tugas intelijennya dalam masalah-masalah tersebut. Awasi Proyek Swakelola Wilmar Ambarita mengakui pihaknya sedang menyelidiki dan mencari data dan informasi keberadaan proyek swakelola yang ada di Kota Binjai. “Ada informasi yang kita terima bahwa proyek tersebut tidak dikerjakan masyarakat, tetapi dikerjakan oleh pihak-pihak tertentu di Dinas PU dengan memakai perusahaan seseorang, ungkapnya.Katanya ,selain adanya laporan mengenai hal tersebut pihaknya juga menerima informasi tentang adanya beberapa proyek swakelola yang tidak sesuai dengan rencana pembangunannya. Sedang cari data apakah ada paket yang telah dipecah-pecah juga atau adanya kurang pengawasan.“Berdasarkan data yang kita temukan akan kita lihat perkembangan selanjutnya karena pembangunan proyek swakelola untuk kota Binjai biasanya dilakukan di daerah pinggiran,gang atau pembangunan jalan yang memang sangat dibutuhkan masyarakat. Sehingga pembangunannya jangan sampai meresahkan warga,†katanya sambil meminta informasi tentang pembangunan proyek swakelola yang ada di kota Binjai kepada SIB .(A29/k)