Medan (SIB)- Proses belajar mengajar di SMAS St Thomas 3 Medan mulai kondusif, setelah ratusan siswa, beberapa hari lalu sempat mogok menuntut masalah penyaluran dana BOS dan uang OSIS. Demikian dikatakan Kepala SMAS Katolik St Thomas 3 Medan Michael Muda Ginting SPd MSi kepada SIB di Medan Helvetia, Kamis (20/8) .Menurutnya, persoalan penyaluran dana BOS telah dijelaskan pada pertemuan dengan perwakilan siswa kelas X-XII, Rabu (19/8) sesuai petunjuk teknis (Juknis) penggunaan BOS dari Kemendikbud RI dengan sejumlah item yang intinya digunakan untuk membiayai operasional sekolah, di antaranya pembelian ATK, dana kegiatan ekstakurikuler dan lain sebagainya. Sementara dana OSIS setiap tahun penggunaannya juga tepat sasaran demi kepentingan sekolah. Dijelaskan, usai mendapat penjelasan seputar penggunaan dana BOS maupun OSIS dimaksud, akhirnya para siswa dari masing-masing perwakilan kelas memahaminya dan selanjutnya akan disampaikan kepada seluruh peserta didik sehingga masalahnya tidak polemik berkepanjangan.Lebih lanjut dikatakan, pihaknya meminta kepada segenap siswa agar tidak lagi menggelar aksi serupa karena mengganggu proses pembelajaran seraya berharap jika ada masalah berkembang sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan kepala sekolah atau setidak-tidaknya kepada wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.Dia juga mengimbau siswa tidak mudah terpengaruh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan termasuk merusak citra atau nama baik Perguruan Katolik St Thomas 3 Medan. Sejumlah siswa yang tidak mau menyebutkan namanya mengaku proses pembelajaran di sekolahnya , Rabu hingga Kamis telah berjalan normal seperti biasa. Secara terpisah Pemerhati Pendidikan Dr Osman Simanjuntak PhD mengimbau pihak yayasan terutama pihak sekolah untuk lebih transparan menyalurkan berbagai bantuan, apakah BOS, OSIS dan sejenisnya sesuai era keterbukaan pada saat ini. (A 07/c)