Medan (SIB)- Warga Gang Cerdas Kelurahan Matsum III Kecamatan Medan Kota merasa keberatan dan terganggu akibat aktifitas salah satu bengkel bongkar muat yang memakan badan hingga jalan menuju rumah mereka sempit. Protes warga tersebut sudah mereka sampaikan ke Lurah Matsum III Kecamatan Medan Kota Clara Patria.Bahkan kata warga, oli kotor dari bengkel yang ada di gang itu juga sangat mengganggu dan apabila hujan turun langsung mengaliri rumah warga karena jarak bengkel yang memiliki 70 pekerja tersebut hanya dinding pembatas. Para pekerja juga memarkirkan sepeda motornya seenaknya di gang tersebut padahal gang sangat sempitAtien (50) warga setempat yang tinggal selama 20 tahun di gang itu mengaku sangat terusik dengan aktifitas bengkel tersebut. Dia juga pernah menemui pemilik bengkel agar tidak mengganggu aktifitas warga yang ada di daerah itu. Namun pemilik bengkel tidak menghiraukannya.“Saya sudah tua dan perlu ketenangan. Bagaimana warga di sini bisa tenang kalau aktifitas bengkel tersebut mengganggu kepentingan umum,†ujarnya.Selain Atien ada juga warga lainnya yang merasa terusik akibat aktifitas bengkel seperti Rusni (51), Sie Lian Hiok (54), Selamat (40) dan Lilis (45). Mereka mengaku sudah lama tinggal di daerah tersebut."Mau keluar saja kami sulit karena ramai orang bekerja dan badan jalan sebagian dipakai kegiatan bengkel. Sudah gangnya sempit dipakai juga untuk aktifitas bengkel padahal jalan ini kan jalan umum,†kata Sie Lian Hiok ketika ditemui, Minggu (23/8).Kami warga Jalan Rahmadsyah khususnya bermukim di Gang Cerdas, kata Alien berharap pemerintah kota memperhatikan. Ini kan jalan umum dan dipergunakan untuk kepentingan umum jangan dipakai untuk kepentingan pribadi. Warga berharap pemerintah tidak tebang pilih, warga sudah dua tahun menderitaâ€.Salah seorang pekerja bengkel Herman ketika ditemui mengatakan mereka hanya bekerja dan tidak tahu menahu soal permasalahannya dengan warga. "Saya hanya pekerja disini dan saya tinggal di daerah Marelan. Kami terpaksa bekerja di luar bengkel bang karena di dalam bengkel tidak muat,†pungkas .Sementara itu Lurah Kota Matsum 3 Clara Patria ketika dikonfirmasi tentang keberatan warga tersebut mengaku pihaknya sudah menyurati pemilik bengkel, bahkan sudah memanggilnya agar menyingkirkan barang-barangnya dari badan jalan Gang Cerdas karena menghambat kepentingan umum."Saya sudah surati sejak Juni lalu dan saya panggil pemiliknya agar menyingkirkan barang-barang mesinnya dan dia pun setuju. Kalau akhir Agustus nanti belum juga terlaksana akan saya panggil Satpol PP untuk menindaknya,†tegasnya. (A13/d)