Anggota DPRD Medan Minta Aparat Berantas Mafia Pelabuhan Belawan

- Sabtu, 29 Agustus 2015 09:39 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB)- Wakil Ketua Komisi A DPRD Medan Drs Hendrik Halomoan Sitompul, meminta aparat  dan instansi terkait segera memberantas mafia yang bermain di Pelabuhan Belawan yang membuat proses bongkar muat (dwelling time) memakan waktu lama. Disinyalir ada mafia yang bermain dalam proses bongkar muat container mengakibatkan hight cost (biaya tinggi)  akibat praktik-praktik pungli.Menurutnya, ada sejumlah cara mengatasi permasalahan lambatnya proses bongkar muat di Pelabuhan Belawan, yakni dengan membuat jalur hijau dan merah untuk mempercepat proses pemeriksaan administrasi para importir. Jika jalur hijau itu artinya para importir terpercaya, tidak aneh-aneh. Sedangkan jalur merah adalah jalur yang sering diperiksa dan  jadi ajang permainan para oknum. “Kami akan meminta supaya yang masuk jalur hijau lebih banyak,"  ucapnya kepada wartawan, Kamis(27/8).Menurutnya dari hasil pengaduan  masyarakat khususnya pengguna pelabuhan, pekerjaan bongkar muat di Pelabuhan Belawan terlalu lama. Itu tentu menyebabkan tingginya biaya logistik yang langsung berdampak pada daya saing Indonesia.  "Pungutan resmi saja sudah memberatkan pengguna jasa di Pelabuhan Belawan itu, apalagi ada pungutanpungutan yang tidak resmi yang dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, ini yang menjadi persoalan serius," tegasnya.Dari informasi yang diperoleh, juga ada menemukan dugaan tindak pidana khususnya di Belawan, di antaranya dugaan pidana penyelundupan, pemalsuan dokumen dan  korupsi/kelalaian yang mengakibatkan kerugian negara. Terkait kasus itu, Komisi A akan meninjau secara langsung ke Pelabuhan Belawan.Menurut Hendrik, masalah-masalah lain yang dilaporkan di antaranya  kenaikan tarif pengguna jasa pelabuhan, ku­rang baiknya infrastruktur di pelabuhan, pungutan liar di pelabuhan, terlambatnya pelayanan operator pelabuhan, dugaan masuknya barang impor ilegal, tidak tersedianya Echo Xray.Harus tersedia jalur kereta api hingga ke pelabuhan sehingga pendistribusian kontainer ke daerah lain lebih cepat. Hal ini juga untuk mengurangi kemacatan jalur truk kontainer di Belawan."Kami akan minta stakeholder terkait agar jalur kereta langsung uploading dan unloading agar beban kemacetan berkurang," tambahnya.Selain itu, Tempat Peme­riksaan Fisik Terpadu (TP­FT) di Belawan harus dikelola PT Pelindo I. Jangan kerja sama dengan pihak lain, untuk menghindari biaya tinggi, pengawasan masuk dan keluar kontainer dan mafia pelabuhan di Belawan.Saat ini sistem informasi penyimpanan kontainer di Pelabuhan Belawan sengaja dipersulit yang akan dimanfaatkan para oknum untuk meminta uang kepada pengusaha."Di luar negeri tidak sulit mencari kontainer, di Belawan  sistem ICT-nya (informasi letak kontainer) tidak canggih, jadi jika  pengusaha mencari kontainer harus bayar. Kami sinyalir ada mafia yang bermain di sini," tegasnya. Langkah utama yang harus dilakukan, lanjutnya, instansi terkait harus membasmi para mafia yang bermain di Pelabuhan Belawan tanpa pandang bulu  dan kepentingan. (A12/k)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Propam Polda Sumut Sidak Polres Palas, Periksa HP hingga Tes Urine Personel

Medan Sekitarnya

Pj Sekdaprov Harap Pekan Ramadan Sumut 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Inklusif

Medan Sekitarnya

Aliansi Umat Islam Kota Medan Tanda Tangani Petisi Dukungan SE Wali Kota

Medan Sekitarnya

Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Kementerian Koperasi Kunker ke Simalungun

Medan Sekitarnya

Arus Lalu Lintas Ke Kawasan Kantor Wali Kota Medan Ditutup Total

Medan Sekitarnya

Bupati Humbahas Rapat Bersama Ketua DEN, Bahas Pengembangan Pertanian Berbasis Artificial Intelligence