Serdangbedagai (SIB)- Di awal tugasnya sebagai orang nomor satu di Sumatera Utara, Plt Gubsu HT Erry Nuradi dituntut bekerja ektra hati – hati dan senantiasa memedomani ketentuan dan perundang – undangan yang ada dalam membuat keputusan. Jika tidak, Erry Nuradi yang mantan Bupati Serdangbedagai itu akan bernasib sama dengan Syamsul Arifin (mantan Gubsu) dan Gatot Pujo Nugroho (Gubsu Nonaktif).Apalagi dalam menghadapi Pilkada serentak di 14 kabupaten/kota di Sumut tahun 2015. “Oleh sebab itu, kita mengimbau seraya mengingatkan supaya Plt Gubsu HT Erry Nuradi benar – benar selektif dalam mengusulkan figur yang akan menjadi Plt Bupati/Walikota ke Menteri Dalam Negeri Mendagri,†ujar Ketua DPD Golkar Serdangbedagai versi Munas Ancol, Durahman Silitonga kepada SIB, Minggu (23/8).Memang, usul pengajuan dan Plt bupati/wali kota di Sumut (termasuk Serdangbedagai) yang masa periode Kdh sudah dan akan berahir pada tahun 2015 dan 2016 sepenuhnya menjadi wewenang Plt Gubsu. “Mengingat saat ini, HT Erry Nuradi juga sebagai Ketua DPW Partai Nasdem Sumut, kita imbau dia bisa memisahkan kepentingan partai dan kepentingan pemerintahan. Sehingga figur yang akan diusulkan acuan formalnya adalah integritas, kompetensi dan mumpuni,†tandas Durahman.Khusus untuk figur Plt Bupati Serdangbedagai, papar Durahman Silitonga yang mantan anggota DPRD Sergai ini, Erry Nuradi diminta bersikap netral dan profesional. Sebab, Erry 8 tahun menjadi Bupati Serdangbedagai yang tahu persis situasi, kondisi dan karakteristik daerah termasuk mengenal betul sosok ke 4 Paslon bupati/wakil bupati Serdangbedagai yang bakal ikut bertarung pada Pilkada 9 Desember 2015 mendatang.Menurut politisi partai Golkar ini, Pilkada Serdangbedagai yang akan diikuti 4 Paslon, 2 Paslon diusung Parpol/gabungan Parpol dan 2 Paslon dari jalur perseorangan (independen) diprediksi bakal berlangsung seru dan menarik. Apalagi, Pilkada hanya berlangsung satu putaran saja sehingga Paslon dipastikan akan berjuang habis – habisan,†ungkapnya pada SIB.Menariknya urai Durahman, Ir Soekirman dan Syahrianto,SH yang selama ini sebagai bupati dan wakil bupati sama – sama kembali maju menjadi calon Bupati Serdangbedagai untuk periode 2015 – 2020. Soekirman berpasangan dengan Dharma Wijaya diusung Parpol Nasdem, PKB, Gerindra, Demokrat dan PAN. Sedangkan Syahrianto dengan pasangannya dr Rizki Ramadhan Hasibuan,SE dari jalur perseorangan. Paslon lainnya Drs H Abdul Rahim – Ali Madhy yang diusung Hanura, PKS dan PDIP dan Paslon perseorangan lainnya Drs Indra Syahrin – Syafrul Hayadi, SH.“Sampai saat ini Golkar Kubu Agung Laksono tidak ikut mengusung Paslon mana pun. Jangankan mengusung, mendukung saja belum. Maka kalau ada Paslon mengklaim Golkar mendukungnya, itu tidak benar. Kita masih melakukan konsolidasi internal mulai kecamatan, desa dusun untuk disampaikan ke DPD Golkar Sumut dan DPP Golkar sebagai pertimbangan Paslon mana yang akan didukung/dimenangkan Golkar pada Pilkada Serdangbedagai, bebernya. (A27/y)