Medan (SIB)- Jabatan Komandan Wing III Paskhas TNI AU diserahterimakan dari Kolonel (Pas) M Apollo Silaban kepada Kolonel (Pas) Lambok M Siregar Sormin oleh Komandan Korpaskhas Marsekal Muda Adrian Wattimena di Lapangan Merah Mako Korpaskhas, Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung, Kamis (20/8). Selanjutnya keluarga besar Wing III Paskhas TNI AU menggelar acara pisah sambut kepada kedua perwira menengah TNI AU ini, Sabtu (22/8) di Aula Silindung Lanud Soewondo Medan. Pada kesempatan itu, tokoh Gereja HKBP yang juga pengusaha Sumut Sobo Simangunsong bersama istri br Sitorus, Letkol (Purn) Edward Manalu, Waldemar Simangunsong SH (mantan Kakanwil Nakertrans Sumut) dan Ny Hutabarat br Sitorus mengulosi kedua Kolonel yang diiringi musik gondang Batak. Sobo mengucapkan selamat menuju tempat baru kepada M Apollo Silaban di Sesko AU dan selamat datang di Lanud Soewondo kepada Lambok M Siregar Sormin. Kepada wartawan, Sobo mengungkapkan rasa bangganya, putra Batak dipercaya pimpinan TNI AU untuk menjadi orang nomor satu di Wing III Paskhas TNI AU. Pada bulan April tahun 2014, Dan Wing III TNI AU dijabat Kolonel (Pas) Apollo Silaban. Jabatan tersebut sukses diembannya selama setahun empat bulan, lalu pimpinan TNI AU mempromosikannya menjadi dosen di Sesko- AU di Bandung. Selanjutnya jabatan Dan Wing III kembali dipercaya kepada putra Batak yakni Kolonel (Pas) Lambok M Siregar Sormin. M Apollo Silaban kepada wartawan mengatakan, Paskhas memback-up Kamtibmas apabila Polri membutuhkan pengamanan. Meski sebagai cadangan untuk bantuan Kamtibmas, tapi apabila di depan mata ada masalah yang perlu diselesaikan maka secara otomatis Paskhas menanganinya, misalnya jika ada gejolak di dekat Markas TNI AU. Kalau ada gangguan di jalur darat, Paskhas akan bekerjasama dengan Polsek. “Kalau ada yang urgen kami siap digerakkan,†jelasnya. Lanud Soewondo kata Kolonel Apollo Silaban, secara organisasi membawahi tiga Batalyon, 1 Batalyon Komando di Medan, di Pekanbaru, Pontianak dan satu Detasemen di Pontianak. Batalyon Komando 469 Medan membawahi 2 Kompi, satu di Lhokseumawe Aceh dan satu lagi di Banda Aceh. Alutsista yang dimiliki sama dengan Batalyon yang lain, dalam menghadapi kerusuhan standar sama dengan polisi dengan menggunakan tameng. (A12/q)