Medan (SIB)- Plt Gubsu Ir H Tengku Erry menepungtawari Seripeduka Sultan Deli XIV Tuanku Mahmud Lamant Jiji Perkasa Alam dalam acara peringatan HUT ke-17 sang Sultan. Acara syukuran digelar di Istana Maimoon, Sabtu (29/8).Dalam sambutannya, Plt Gubsu mengajak Sultan Deli ke XIV untuk melanjutkan cita-cita perjuangan para pendahulu dan tokoh-tokoh adat Melayu yang telah berjasa demi kemajuan Melayu dan bangsa Indonesia. Dia menyebutkan, bangsa yang besar, adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pendahulunya. Karena berkat perjuangan merekalah keberadaan Indonesua saat ini. "Begitu halnya dengan kemerdekaan yang kita rasakan saat ini, dan pada tanggal 17 Agustus yang lalu kita sudah merayakan HUT ke-70. Semuanya itu tidak akan bisa kita rasakan kalau bukan karena perjuangan para pendahulu kita. Saatnya bagi kita, khususnya Sultan Deli untuk mewujudkan Kesultanan Deli yang disegani, bermartabat dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.Pada kesempatan itu Tengku Erry juga mengajak seluruh masyarakat Melayu untuk tetap melestarikan peninggalan bersejarah yang merupakan kebanggaan masyarakat Melayu. "Kita harus melestarikan bukti sejarah ini karena melalui adat istiadat dan peninggalan yang ada membuktikan kita sebagai bangsa yang besar. Kita jadikan warisan sejarah ini bukan hanya kebanggaan masyarakat Melayu, melainkan kebanggaan masyarakat Sumut," serunya.Ketua PB MABMI Sumut H Syamsul Arifin SE mengajak agar momentum hari keputraan (hari jadi) Sultan Deli ke-17 ini menjadi momentum untuk bangkitnya masyarakat Melayu.Dia melihat bahwa semangat dari sultan-sultan Deli sebelumnya ada pada diri Sultan Deli XIV, karenanya diharapkan dapat mempersatukan dan lebih membawa kejayaan untuk masyarakat Melayu pada khususnya dan Sumut pada umumnya. "Jadikanlah ini momentum kebangkitan masyarakat Melayu, Bersatulah dan bersama demi kejayaan Melayu khususnya dan Sumut pada umumnya," katanya.Pangkostrad Letjen TNI Edi Rahmayadi mengingatkan kepada Sultan Deli untuk dapat membawa masyarakat Melayu yang selama ini masih belum menampakkan jati dirinya untuk bisa lebih eksis lagi.Dia menyebutkan, Gelar Sultan pada Tuanku Mahmud bukan dipilih rakyat secara demokrasi tetapi merupakan takdir. Gelar Sultan tersebut diakuinya tidaklah hanya gelar untuk kehormatan semata, tapi membuat penyandangnya mempunyai tanggung jawab yang besar untuk kesejahteraan masyarakatnya. “Nahkodailah Sumut ini agar berjalan pada relnya,†sebut jenderal bintang tiga ini yang merupakan pemrakarsa berjalannya acara HUT ini dengan meriah. Turut hadir pada kesempatan tersebut Forkopimda Provsu, para Sultan Melayu Sumut, sesepuh kesultanan Deli, organisasi kemasyarakatan dari berbagai suku yang ada di Sumut, tokoh adat, agama dan tokoh masyarakat serta masyarakat Melayu.(A14/d)