Medan (SIB)- Seribuan insan perkoperasian melakukan gerak jalan santai di Medan, Minggu (30/8) pagi dengan garis start dan finish di Kantor Dekopin Wilayah Sumut Jalan Sei Besitang setelah mengitari beberapa ruas jalan di sekitarannya.Meski awalnya gerimis turun, namun peserta gerak jalan santai dari beberapa instansi, termasuk dari Satuan Brimob Poldasu, tetap antusias mengikutinya. Apalagi seusai gerak jalan, dilakukan penarikan lucky draw dengan berbagai hadiah menarik seperti televisi, radio-tape, dispencer, kipas angin, rice cooker dan lain-lain.Ketua Dekopinwilsu Drs Jabmar Siburian MM bersama Kadis Koperasi dan UKM Sumut Drs M Zein Siregar saat melepas peserta gerak jalan mengimbau para penggerak/insan perkoperasian di Sumut agar senantiasa menumbuhkembangkan semangat koperasi, karena koperasi merupakan soko guru perekonomian yang telah teruji dan mampu bertahan dalam krisis ekonomi. Menurut Jabmar, untuk mengembangkan semangat koperasi dimaksud, juga diperlukan SDM yang tangguh dengan kondisi fisik dan rohani yang sehat. "Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Dan koperasi juga memerlukan tenaga-tenaga yang sehat fisik dan rohani," ujar Jabmar yang saat itu didampingi pengurus KPUM (Koperasi Pengangkutan Umum Medan) seperti Ketua II Dra Rayana Simanjuntak, Drs Nimbang Purba, K Sihotang dan Ketua Pelaksana Peringatan HUT ke-68 Koperasi Tingkat Sumut Tahun 2015 Tunggar Harahap.Menanggapi tingginya animo peserta mengikuti gerak jalan santai itu, Jabmar mengatakan, saat ini masyarakat telah menyadari betul pentingnya kontribusi koperasi dalam peningkatan perekonomian. Sekaitan dengan itu, dalam acara puncak peringatan HUT ke-68 Koperasi Tingkat Sumut nanti, pihaknya akan memberi piagam dan penghargaan kepada 39 tokoh koperasi di Sumut yang dinilai berprestasi dan lebih dari 10 tahun mengabdi di perkoperasian.UNTUNGKAN SUMUTSementara itu Kadis Koperasi dan UKM Sumut Drs M Zein Siregar menyebut koperasi di Sumut cukup stabil. Koperasi juga telah berhasil menjadi stabilitator dan dinamisator perekonomian di daerah ini. Bahkan, tren penguatan dolar terhadap rupiah akhir-akhir ini tidak mengganggu perekonomian Sumut dan malah menguntungkan. Sebab ekspor komoditi pertanian dan turunannya seperti CPO, sabun dan lain-lain, jauh lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan impor. Dengan kondisi demikian, lanjutnya, penguatan nilai dolar malah menghasilkan devisa bagi Sumut. (R7/f)