Medan (SIB)- Ephorus HKBP Pdt WTP Simarmata, MA mengajak orangtua warga HKBP untuk membekali anak-anaknya dengan iman dan ilmu pengetahuan. Karena dalam menghadapi MEA yang mulai bergulir awal tahun 2016, semua bangsa berebutan mencari pekerjaan di Indonesia. Kalau anak-anak HKBP tidak memiliki kualitas maka akan terlindas zaman dan tidak mendapat kesempatan untuk bekerja, warga asing yang menguasai teknologi dan bahasa asing yang bekerja di Indonesia.“Para orangtua persiapkanlah putra-putri anda, karena kompetisi mencari pekerjaan di negeri sendiri semakin ketat, bukan anak bangsa saja yang bersaing, ribuan putra-putri dari negara-negara ASEAN akan menyerbu Indonesia untuk mencari kerja,†ucapnya pada Perayaan Pesta Jubileum 50 Tahun Gereja HKBP Pagaran Nauli Resort Millenium Jalan Kapten Muslim Medan.Selain itu, kata Ephorus, iman para generasi muda harus dipersiapkan mengingat kondisi masa akan datang semakin berat. Sedangkan zaman sekarang ini permasalahan yang dihadapi sudah cukup berat, apalagi 25 tahun akan datang, kalau iman generasi muda tidak dipersiapkan maka mereka tidak tangguh menghadapi permasalahan duniawi. Para pendeta,guru sekolah minggu harus mempersiapkan anak-anak zaman sekarang untuk mempersiapkan iman mereka di hari esok“Lihatlah Tapanuli, Danau Toba yang indah, hutan-hutan sudah gundul, kalau bukan kita yang membenahi siapa lagi. HKBP sudah memulai dengan pencanangan lingkungan hidup, menanam pohon di lahan-lahan yang sudah gundul, mari kita ajak warga HKBP menanam dua pohon satu orang, kelak hasilnya akan dirasakan para penerus kita,semua untuk anak-anak kita, demi Tapanuli kita,†ujarnya.Dijelaskannya, gereja juga harus mampu mengatasi perekonomian warganya,menjadi tempat pengaduan setiap permasalahan warga jemaat, baik itu masalah sosial maupun pekerjaan.Dia menyontohkan 80 ribu pekerja pabrik di Batam warga Batak, tapi perusahaan hanya mempekerjakan mereka secara kontrak. Batasan umur hanya 25 tahun, lewat saja satu hari sudah di PHK dan digantikan dengan pekerja yang fresh graduated.“Namun banyak warga HKBP yang sudah PHK di Batam tapi tidak mau pulang kampung, mereka merasa malu pengangguran sehingga tetap bertahan.Lalu apa yang mereka kerjakan di sana, ini menjadi persoalan kita (HKBP), kita perlu memikirkan hal ini bagaimana mengatasi warga HKBP yang sudah pengangguran, kampong halaman harus kita bangun, semoga Tuhan segera merestui Tapanuli menjadi provinsi,†paparnya disambut tepuk tangan riuh jemaat.Turut hadir Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh Pdt Kardi Simanjuntak, MMin, Pendeta HKBP Resort Milleinum Pdt Firma Batubara, Ketua Umum Panitia Drs G Sinaga, Sekretaris Panitia M Simangunsong,SH, Bendahara S Purba, Pendeta yang pernah bertugas di HKBP Pagaran Nauli Pdt K Sibarani dan Seksi Sejarah St S Simanjuntak, Kabid Diakonia Pdt Parsaoran Sinambela, dll. St S Simanjuntak menceritakan sejarah gereja,tahun 1965 ada rencana mendirikan gereja, lalu dibelilah lahan digang Sepakat ukuran 11 mx 50 m dan ukuran11 m x35 m. Tahun 1966 dibangunlah gereja dengan luas 8x16meter dengan dinding tepas, tahun 1967 diresmikanlah gereja dari nama HKBP Petamas menjadi HKBP Pagaran Nauli. Tahun 1970 Ompui Ephorus TS Sihombing, Pdt K Sitorus Pendeta Resort Sei Putih dan Gr St KM Sianturi diresmikanlah gereja tersebut. (A12/c)