Sergai (SIB)- Belasan wartawan kembali melakukan demo ke DPRD Serdangbedagai (Sergai) dengan membawa pocong dan sejumlah selebaran ke gedung DPRD yang antara lain bertuliskan Ketua DPRD bukan dewa. Jangan asal ngomong dan harus minta maaf serta mendesak Badan Kehormatan Dewan (BKD) jangan banci dan harus memproses Ketua DPRD Serdangbedagai atas ucapannya yang terkesan melecehkan professi wartawan, Senin (7/9).Seusai rapat paripurna, Ketua DPRD Sergai H Syahlan Siregar ST segera menemui wartawan yang menggelar aksi demo seraya meminta aparat kepolisian yang berjaga – jaga menertibkan pocong dan selebaran. “Saya tahu ada aktor di belakang demo ini. Rekan wartawan jangan membuat kegaduhan,†katanya.Wartawan langsung protes dan mengatakan aksi demo bukan ditunggangi tapi murni spontanitas dan mendesak BKD segera memproses surat wartawan. Ketua DPRD memanggil anggota BKD untuk memberi jawaban. M Yunus Purba salah seorang dari anggota BKD kepada wartawan mengatakan bahwa surat wartawan sudah diterima BKD. Namun, karena kesibukan dewan surat wartawan belum diproses.Menurut Yunus, BKD akan menindak lanjuti surat wartawan. BKD bukan banci. Nanti setelah rapat internal, BKD akan memberikan informasi. “Percayalah, semua surat masuk pada BKD apalagi dari wartawan pasti kami proses,†imbuhnya.Seperti disiarkan beberapa hari sebelumnya, Ketua DPRD Sergai dinilai melecehkan profesi wartawan dalam pidatonya dalam forum resmi di aula Pemkab Serdangbedagai. Namun, masalahnya sudah dianggap selesai setelah Syahlan Siregar mengaku salah dan akan meminta maaf kepada wartawan dalam forum resmi dalam waktu dekat ini.Aksi demo jurnalis itu sempat menjadi perhatian dan tontonan para anggota DPRD yang mengikuti rapat paripurna, Senin (7/9) sore. Apalagi pocong dan selebaran sengaja diletakkan di samping pintu masuk ruang persidangan DPRD. Namun, aksi demo bubar dengan tertib setelah mendapat penjelasan dari anggota BKD, M Yunus Purba. (A30/f)