Medan (SIB) - Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto mengatakan, pada data 2013-2014 di Sumut ada sekitar 40 program studi (prodi) yang bermasalah. Tapi pada 2015 ini diperkirakan ada yang sudah diperbaiki. Prodi bermasalah, ada yang disebabkan karena borangnya tidak mencukupi. Kalau Prodi bermasalah memang Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) boleh mengusulkan ke Dikti untuk dicabut akreditasinya. Jadi memang banyak yang harus diperbaiki, kata Prof Dian Armanto menjawab wartawan di Medan, Rabu (9/9) mengomentari pemberitaan “200 Perguruan Tinggi Dievaluasi Karena Akreditasi Bermasalahâ€. Dikatakan Dian, Prodi itu bermasalah berkaitan dengan jumlah dosen, rasio, jurnal, penelitian dan pengabdian masyarakat. Terhadap PTS yang akreditasinya bermasalah, bagaimana dengan lulusannya ? Dijawab Dian, kalau tidak ada akreditasi dari BAN-PT, itu kan berarti tidak bagus PTS nya. Artinya skornya dibawah 200. Sementara butir penilaian akreditasi yang diperiksa itu ada 100 item. Kalau nilainya 200 berati nilainya rata-rata 2 sementara nilai yang bagus antara 300-400. Kalau nilai 250 nilai C lah itu, 300 nilai B dan kalau 350 nilai A, katanya. Ditanya tentang rincian 40 prodi yang bermasalah itu, kata Dian, ada di 20 PTS di Sumut. Adakah penerimaan dosen PNS di Kopertis tahun 2015 ini? Dian Armanto menjelaskan, belum ada informasi dari Kemenristek Dikti. Jadi kita tunggu pengumuman dari Kemenristek Dikti. Kalau tahun lalu ada diterima 19 dosen yang sudah S2, katanya. Seperti diberitakan, data di BAN-PT ada 200 lebih perguruan tinggi yang masuk kategori bermasalah. Ini cikal bakal nanti dievaluasi mendalam, kata Kepala BAN-PT Mansyur Ramli usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wapres Jakarta, Selasa (8/9). (A01/f)