Medan (SIB)- Walaupun Muspika Percut Sei Tuan sudah menggusur ratusan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Gambir Pasar 8 Tembung, Percut Sei Tuan belum lama ini, para pedagang kembali mendirikan lapak dagangannya. Akibatnya, kemacetan kembali lagi terjadi disebabkan lapak dagangan memakan bahu jalan. Selain itu drainase menjadi kotor dan mengeluarkan aroma tak sedap.Dari pantauan SIB di lokasi, Rabu (10/9), terlihat para pedagang sangat antusias berjualan. Walaupun lapak dagangan mereka didirikan di depan toko-toko pasar yang resmi, mereka sama sekali tak perduli. Jalan raya pun menjadi kotor akibat sisa-sisa jualan para pedagang. Selain itu, drainase juga dipenuhi sampah serta bau.Salah seorang pemilik toko, Kezia br Panggabean mengaku sangat risih dengan adanya PKL di depan toko miliknya. Akibat lapak PKL tersebut, barang dagangannya tak terlihat dari jalan raya."Barang dagangan saya ditutupi oleh lapak PKL itu. Para pembeli menjadi sepi. Pemuda setempat yang membangun lapak ilegal itu dan pedagang membayar tiap minggunya. Kami sudah melapor ke Kades setempat, namun belum ada tanggapan sama sekali. Kami berharap Muspika Percut Sei Tuan kembali lagi menindak PKL ilegal tersebut. Padahal di Pasar Gambir ada lapak berjualan yang resmi. Kenapa para pedagang harus memilih lapak yang ilegal,†tanyanya. (A20/f)