Sergai (SIB)- Terjadinya keganjilan pada Alat Peraga Kampanye (APK) dalam bentuk spanduk dimana dari 4 spanduk yang terpasang berdampingan hanya APK pasangan Syahdan ( Syahrianto – Riski Ramadhan Hasibuan) yang memakai tanda tusuk, sedangkan spanduk paslon lainnya yakni, Insyaf ( Indra Syahrin – Safrrul Hayadi), Rahmad ( Abdul Rahim – H Ali Madhy) dan (Surya Bersaudara) Soekirman – Darma Wijaya tanpa tanda tusuk menuai protes berbagai kalangan masyarakat.Ini tindakan ceroboh KPUD sebagai penyelenggara . Sebab,KPUD sebagaimana diatur dalam PKPU harus netral.Tetapi, kenapa hanya spanduk salah satu paslon yang punya tanda tusuk ?.â€Ini bentuk keberpihakan KPUD untuk Paslon tertentuâ€, ucap Ketua Gerakan Angkatan Muda Melayu Indonesia (GAMI) Serdangbedagai, Safrizul Herlach alias Cicik kepada wartawan, Kamis (10/9) .Menurut Safrizul yang mantan anggota DPRD Sergai itu, adanya tanda tusuk paku hanya pada spanduk pasangan Syahdan ditengarai disengaja untuk mengarahkan masyarakat pemilih tertuju pada pasangan Syahdan yang menempati nomor urut 2 .â€Ini bentuk keberpihakan.Sebab, Syahrianto sebelumnya 2 periode menjadi Ketua KPUD Sergaiâ€, ujarnya.Selain kecerobohan yang dipertontonkan, KPUD dinilai kurang memahami tupoksinya. Karena APK ke-4 paslon Bupati Sergai banyak yang dipasang pada lokasi tidak strategis bahkan ada yang terlindung pepohonan sehingga sulit terlihat. Padahal, dana untuk pengadaan APK ini mencapai Rp 1,6 miliar.“Jika KPUD tidak menurunkan APK yang terpasang secara tidak adil, GAMI akan melakukan somasi bahkan akan menggeruduk kantor KPUD Sergai.Kepada Panwas kita minta supaya berti ndak tegas sebelum rakyat marah, katanya.Ketua DPC PDIP Serdangbedagai, Delpin Barus menyayangkan kecerobohan KPUD dalam pemasangan APK. “KPUD jangan main – main dalam Pilkada Sergai. KPUD harus bersikap netral .Kampanye damai yang sudah dideklarasikan belum lama ini jangan hanya slogan dan barang rongsokanâ€, paparnya pada SIB.Anggota DPRD Sergai, Hari Ananda menyebutkan, dia bersama tim paslon Rahmad akan mempermasalahkan kinerja KPUD Sergai terkait pemasangan APK yang terkesan diskriminatif. Pilkada harus berjalan demokratis, damai dan tertib.â€KPUD sebagai penyelenggara harus netral dan bekerja sesuai aturanâ€, pungkasnya.Kepada SIB, Hari Ananda, Delpin Barus dan Safrizul Herlah membenarkan bahwa desain gambar masing – masing paslon memang berbeda – beda. Tapi,seandainya terjadi kesalahan desain, KPUD harusnya melakukan seleksi sebelum dicetak. “Jangan – jangan ini pembiaran untuk menguntungkan paslon tertentu,†papar mereka.Ketua KPUD Sergai H Muhammad Sofian yang dikonfirmasi SIB, Kamis (10/9) buru – buru menutup telepon selularnya dengan mengatakan sedang mengikuti rapat teknis di Parapat. Dihubungi kembali, Kamis petang, Sofian tak merespon kendati ponselnya berdering.(A30/c)