Medan (SIB)- Mantan pembalap sepeda Sumut Muhammad Yusuf Sokartara, puas bisa mewujudkan impian nya dengan membangun rumah berbentuk sepatu. Bangunan unik yang sering menjadi pusat perhatian warga yang melintas di Jalan Sma 2 Karang Sari Medan Polonia tersebut saat ini menjadi topik bahasan warga di media sosial.Pria berusia 70an tersebut rela menghabiskan kocek nya mencapai Rp 550 juta hanya untuk mewujudkan obsesinya. Bangunan unik yang di design nya sendiri tersebut terinspirasi dari majalah Indian Movie yang terbit pada era tahun 50an. “Bangunan rumah berbentuk sepatu sudah pernah ada namun ukuran yang saya buat lebih besar," ujar pria penggemar artis India tersebut.Bangunan itu mencapai 3 tingkat dengan luas 5x9 meter dan menghabiskan dana Rp 550 juta. Berdiri di lahan 78 meter x 9 meter.Pria kelahiran Berastagi pada 14 Maret 1944 ini menuturkan perjuangan nya dalam membangun dengan hasil keringat sendiri dari hasil sebagai guide tour di Eropa.“Saat ini saya tinggal di Belanda dan sudah 44 tahun di Eropa, saya punya travel yang bisa mengantar wisatawan kalau mau berkunjung ke negeri kincir angin, katanya.Kemampuannya dalam berbahasa menjadikannya dia mudah berinteraksi dengan berbagai bangsa di Eropa. “Saya bisa bahasa Belanda, Belgia, Jerman, Francis dan India. Ini modal saya di sanaâ€, jelasnya.Pria yang masih tampak kekar di usia lanjut tersebut menceritakan awal berdirinya rumah tersebut. Dulu saya pingin punya rumah unik. Saya punya modal dan mendapat restu dari wali kota sebelumnya. Akhirnya saya bangun, meski pernah tersendat akibat dana. Tapi obsesi saya besar untuk mewujudkan rumah sepatu. Dan semoga setiap orang yang melintas di jalan ini sudi mampir untuk melihat hasil kreasi saya. Menyajikan sesuatu yang berkesan bagi orang lain dan bisa membuat orang lain merasa senang merupakan kepuasan tersendiri bagi saya, dan saya bangga menjadi orang Indonesia yang bisa berbuat sesuatu bagi orang lain meski hanya sekedar menghibur†pungkasnya.Untuk rumah sepatunya Yusuf sudah meregisterkan ke MURI sebagai rumah sepatu pertama di Asia Tenggara, bahkan di Guinness Book Record . “Saya berharap Rumah Sepatu ini bisa menjadi ikon daerah, dan menginspirasi pecinta rumah unik lainnya†, sebutnya. (Dik-DH/c)