Medan (SIB)- Untuk merealisasikan percepatan swasembada pangan di Sumut tahun 2015 Bakoorluh P2K menyelenggarakan pertemuan dengan stakeholder mitra permodalan antara lain PTPN II,III, dan IV, Bank Sumut, Bank Indonesia, Selasa (15/9) di Medan.Dalam kata sambutannya Kabakoorluh P2K Sumut Bonar Sirait menjelaskan, penyuluh sebagai ujuk tombak dalam menyukseskan program ini tentu membutuhkan mitra dalam hal untuk membantu petani/nelayan dalam mengakses permodalan usaha melalui program bina kemitraan atau permodalan lainnya. Atas dasar tersebut pertemuan kerjasama Bakoorluh P2K dengan instansi terkait perlu dilaksanakan.“Acara hari ini penting untuk mensukseskan percepatan swasembada pangan di Sumut,†ujarnya dihadapan peserta pertemuanSalah satu bentuk akses permodalan kelompok tani/nelayan dan masyarakat sekitar hutan katanya melalui kemitraan dengan lembaga-lembaga Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah dan perusahaan-perusahaan yang menghasilkan profit. Diharapakan laba perusahaan dapat digulirkan kepada kelompok-kelompok melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR)Bakoorluh P2K Sumut sebut Bonar akan terus menjembatani kelompok pelaku utama untuk membuka akses permodalan ke perusahaan dimaksud sebagai wujud tanggung jawabnya sebagai satuan kerja perangkat daerah yang mendukung kinerja pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan di Sumut. Terlaksananya pertemuan tersebut diharapkan pembinaan kepada kelompok petani/nelayan bisa terus ditingkatkan.Sementara itu Suti Masniari Nasution, Asisten Direktur Bank Indonesia kantor Perwakilan BI Sumut menjelaskan bahwa Bank Indonesia sangat konsern dalam mendukung ketahanan pangan. Hal tersebut tergambar dari program-program Bank Indonesia yang mendukung ketahan pangan melalui pembentukan kluster-luster kelompok petani atau pendampingan kelompok yang bergerak dikomuditi ketahan pangan. Kemudian Bank Indonesia juga mendorong peningkatan penguatan petani pakar dan kewirausahaan.Ditanya terkait program Bank Indonesia di Sumut mengenai swasembada pangan yang telah berhasil, dia menyebutkan ada 2 kluster ketahan pangan yang sudah sukses seperti komuditas padi di Kabupaten Langkat tepatnya di Desa Pulo dan Kabupaten Serdang Bedagai tepatnya di kecamatan Teluk Mengkudu.“Orang-orang sudah banyak kesana untuk studi banding mencontoh kemajuan pertanian mereka. Kami membantu dalam bantuan teknis dalam rangka pendampingan, peningkatan kapasitas petani dan penguatan lembaga keuagan mereka. Program kami, selain punya CSR kami juga memiliki program pengembangan UMKM untuk Ketahanan Pangan†ujar nya.Acara tersebut diisi dengan pemaparan program pemberdayaan dari BUMN, BUMD dan perwakilan Bank Indonesia. Selanjutnya diisi dengan sesi dialog interaktiv.(DIK-DH/ r)