Medan (SIB)- Anggota DPRD Medan Modesta Marpaung menilai Kota Medan sangat berpotensi bagi peningkatan kepesertaan keluarga berencana (KB) baru, khususnya melalui pengembangan program KB kes. Dari data tercatat angka kelahiran di Kota Medan terbilang cukup tinggi. Dengan adanya program KB kes diharap bisa menekan angka kelahiran hingga 70 persen."Seperti halnya keberhasilan Kecamatan Medan Perjuangan yang Juara I se Kota Medan terkait pelaksanaan KB kes, dapat memacu dan mendorong peserta KB baru," ungkapnya. pada pelaksanaan safari KB dalam rangka TNI Manunggal KB Kes tahun 2015 di Klinik Rizki Jalan Pimpinan Kelurahan Sei Kera Hiir I, Kecamatan Medan Perjuangan, Selasa (15/9).Hadir dalam pelaksanaan safari KB, Danramil, Dharma Ditya Lubis, Hj Dewi Murni Nasution Kasubbid pengembangan pelayanan KB Kota Medan, Koordinator KB Kecamatan Medan perjuangan, Leli Nasution, Camat Medan Perjuangan yang diwakilkan Kasi Transtip J Parinduri dan Lurah Sei Kera Hilir I, diwakili Sekretaris lurah Fatimah Sari Dalimunthe SS.Hj Dewi Murni Nasution selaku Kasubid Pengembangan Pelayanan KB Kota Medan melalui KB Kes diyakini mampu meningkatkan peserta KB baru khususnya untuk metode kontraserpsi jangka panjang (MKJP) di wilayah perkotaan. Target peserta KB baru sampai Agustus 2015, untuk Kota Medan telah mencapai 65 persen, sementara khusus bagi Kecamatan Medan Perjuangan, hanya 30 persen," kita berharap peserta KB baru untuk tingkat kecamatan terutama Medan Perjuangan bisa lebih dari 30 persen seperti sekarang ini," ujarnya. Menyangkut tingkat kesulitan, dikatakan Dewi, sejauh ini hanya dipusingkan dalam menciptakan kesadaran masyarakat untuk berKB. Padahal, sejak tahun 1960 Kota Medan berperan aktif terhadap penggalakan KB. "Tingkat kelahiran di Kota Medan sudah 2,1 persen, itu sudah cukup baik, inilah yang mau kita pertahankan," sebutnya. (A12/ r)