Medan (SIB)- Diperkirakan 90 persen septic tank yang dimiliki masyarakat mencemari lingkungan karena kebanyakan tidak memiliki lapisan kedap dan air limbahnya langsung mencemari air tanah. Hal itu merupakan hasil penelitian Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene (Iuwash) yang disampaikan Behavior Change Communications/STBM Specialist Iuwash, Hetty Tambunan pada workshop “Mendorong Kelanjutan Peningkatan Akses Septic Tank Individual Menuju Pelayanan Sanitasi Terpadu Kota Medan, Selasa (22/9) di Arya Duta Hotel Medan.Dalam kondisi itulah Kota Medan saat ini tengah merancang pelayanan sanitasi terpadu, di antaranya layanan lumpur tinja terjadwal. Saat ini Kota Medan punya pengolahan limbah terpusat hanya untuk 4 kecamatan.Hetty menyebut program itu hanya bisa mencukupi hanya sekitar 4 persen dari seluruh area Kota Medan. Karena itu yang 96 persen lagi tergantung dengan sistem septic tank individual. “Setelah kita lakukan penelitian ternyata 90 persen dari sistem individual ini mencemari lingkungan. Artinya, septic tank yang dimiliki masyarakat kebanyakan tidak memiliki lapisan kedap dan air limbahnya mencemari air tanah karena dibuang langsung ke parit atau tanah,†kata Hetty.Untuk itulah ungkap Hetty, Iuwash melakukan inisiasi dan pilot project dengan bekerja di 7 kelurahan di Kota Medan seperti Belawan, Sicanang, Tegal Sari Mandala 3, Kota Bangun, Karang Berombak, Kampung Baru dan Polonia. Di 7 kelurahan ini pihaknya melakukan pemicuan dan promosi, hasilnya masyarakat sadar septic tank yang dimiliki mencemari lingkungan. Masyarakat selanjutnya ingin memiliki septic tank yang benar-benar layak sesuai SNI.Melalui pelatihan yang diberikan masyarakat telah mengetahui bagaimana membuat septic tank yang kedap dan memiliki sistem pengolahan lumpur tinja yang diolah dari wc dan kamar mandi dan cuci, sehingga buangannya sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI dan standar baku.Kegiatan yang dibuka Plh Kota Medan Ir Syaiful Bahri dihadiri perwakilan dari seluruh kecamatan di Kota Medan merupakan program lima tahun Iuwash dalam rangka mengembangkan akses layanan air dan sanitasi untuk masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan Indonesia, termasuk Kota Medan. Proyek itu didanai oleh Badan Pembangunan International Amerika Serikat atau U.S Agency for International Development (USAID). Dalam workshop seluruh peserta diberikan bimbingan dan pengetahuan terkait pembuatan septic tank sesuai standar pemerintah (SNI) yang mampu memproses buangan a ir limbah rumah tangga menjadi aman dan ramah lingkungan.Syaiful Bahri Lubis berharap, workshop dapat memberikan hasil positif sehingga dapat mendorong peningkatan akses septic tank individual menuju pelayanan Sanitasi Terpadu Kota Medan. (A08/d)