Medan (SIB)- Anggota DPRD Sumut Muslim Simbolon prihatin terhadap dua BUMD (Badan Usaha Milik daerah) milik Pemprovsu yaitu Bank Sumut dan PT Perkebunan hingga saat ini tidak memiliki komisaris utama karena akan berdampak terhadap kinerja perusahaan.“Kita mengingatkan Plt Gubernur Tengku Erry Nuradi untuk segera mengisi kekosongan kursi komisaris utama Bank Sumut dan PT Perkebunan. Jika dibiarkan bisa melemahkan kinerja kedua BUMD tersebut,†ujarnya kepada wartawan, Jumat (25/9) di gedung dewan.Jika dua perusahaan tersebut berjalan tanpa komisaris utama, lanjut Muslim, ada kekhawatiran terhadap kinerja maupun kesinambungan perusahaan kedepan tidak akan terawasi dan sangat membahayakan bagi kedua perusahaan tersebut.Terkait hal itu, Muslim Simbolon mengingatkan Plt Gubsu jangan lalai, tapi harus lebih fokus terutama terhadap Bank Sumut guna menghindari terjadinya rush. Apalagi Plt Gubsu selalu mengingatkan agar perusahaan BUMD di Sumut dikelola secara profesional, agar berjalan sehat dan dapat diandalkan menghasilkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) bagi Pemprovsu.Karena, sebut Muslim, Komisaris Utama PT Perkebunan Sumut Hj Sabrina belum lama ini menyatakan mengundurkan diri. Padahal sesuai sesuai AD/ART perusahaan, 30 hari sebelum komisaris mengundurkan diri, yang bersangkutan telah menyampaikannya kepada direktur utama dan akan disampaikan kepada gubernur.Demikian juga Komisaris Utama PT Bank Sumut Djaili Azwar sudah menjabat dua periode dan kini telah habis masa priodeisasinya. Kondisi ini harus disikapi oleh Plt Gubsu. Jika kekosongan jabatan komisari utama dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan Bank Sumut bisa rush.Kekosongan posisi komisaris di Bank Sumut dan PT Perkebunan, tambah politisi PAN ini, baru pertama terjadi di Sumut dan masih banyak kinerja yang harus dilaksanakan secara fokus untuk pembangunan provinsi ini, membutuhkan kerja sama legislatif dan eksekutif."Jadi jangan sampai dibiarkan berlarut-larut. Apalagi untuk Bank Sumut yang harus melalui proses seleksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika pemerintah terlalu lama menyikapinya dikhawatirkan akan terjadi lost control di Bank BUMD itu," tandas Muslim. (A03/y)