Medan (SIB)- Penjabat Wali Kota Medan Drs H Randiman Tarigan MAP bergabung dengan warga mengorek parit yang mengalami penyumbatan di Jalan Gatot Subroto Medan, Minggu (8/11). Dalam gotong-royong itu ditemukan banyak parit di sepanjang Jalan Gatot Subroto, mulai depan Makodam I/BB sampai Simpang Kampung Lalang tersumbat akibat dipenuhi sampah. Tidak sedikit titi rumah warga mengalami sendimentasi akibat bertahun-tahun tak pernah dikorek. Randiman dengan tegas mengatakan, kondisi itu akibat camat beserta seluruh lurah dan kepala lingkungan di Medan Sunggal melakukan pembiaran sehingga kawasan tersebut selama ini menjadi langganan banjir. “Jika camat, lurah dan kepling peduli dan tidak melakukan pembiaran seperti ini dengan menggerakkan masyarakat untuk gotong royong, saya yakin parit ini tidak akan dipenuhi sampah seperti sekarang ini. Mereka seharusnya tidak menyerahkan pengorekan ini sepenuhnya kepada Dinas Bina Marga, sebab ini masih Tupoksi mereka,†kata Randiman kecewa. Randiman langsung meng- instruksikan dilakukan pengorekan. Petugas Dinas Kebersihan beserta Dinas Bina Marga Kota Medan dibantu aparat TNI langsung melakukan pengorekan. Selain menggunakan penggaruk dan cangkul, pengorekan juga dibantu satu unit alat berat backhoe mini guna memercepat pengerukan. Selain membersihkan sampah dari parit, juga dilakukan pemotongan dahan-dahan pohon penghijauan yang ada di pinggir jalan oleh petugas Dinas Pertamanan, terutama dahan-dahan yang sudah tua. Untuk mengamankan sekaligus melindungi pengendara kenderaan bermotor tertimpa dahan pohon, petugas Dinas Perhubungan Kota Medan pun turun tangan mengatur arus lalu-lintas dibantu beberapa aparat TNI. Selain Pj Wali Kota, gotong royong itu turut dihadiri Dandim 0201/BS Kol Inf Maulana Ridwan, Asisten Pemerintahan Musadad Nasution, Asisten Kesejahteraan Masyarakat Erwin Lubis, Kadis Bina Marga Khairul Syahnan, Kadis Pertamanan Zulkifli Sitepu, Kadis Kebersihan Endar Sutan Lubis, Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Armansyah Lubis, Kadis Kesehatan Usma Polita serta Kadis Perhubungan Kota Medan Renward Parapat. Setelah parit depan Makodam I/BB bersih dari sampah, Wali kota bersama Dandim beserta pimpinan SKPD selanjutnya berjalan kaki menuju Simpang Kampung Lalang. Berdasarkan informasi, ada penutupan drainase di bawah gorong-gorong Gang Makmur, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal. Akibat penutupan tersebut, setiap kali hujan deras turun, kawasan Simpang Kampung Lalang banjir karena air tidak dapat mengalir menuju Sungai Belawan. Setelah itu Randiman ber- gerak menuju Jalan Asrama, Kelurahan Dwi Kora dan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia. Di tempat itu Pj Wali Kota menemui warga yang menutupi permukaan Sungai Berderah. Selain dijadikan rumah, permukaan Sungai Berderah yang ditutup dijadikan gudang dan kios penjualan helm. Penutupan itu menyebabkan Sungai Berderah selalu meluap setiap kali hujan deras turun dan air luapannya menggenangi rumah warga sekitar. Dengan melakukan pen- dekatan persuasif dan memberikan penjelasan penuh kekeluargaan, warga yang ditemui akhirnya tidak keberatan jika permukaan Sungai Berderah yang ditutup dibongkar kembali sekalipun mengenai bangunan mereka. Hanya saja warga minta diberi waktu sebelum pembongkaran dilakukan. (A08/y)