Medan (SIB)- Terkait maraknya kembali aksi premanisme yang disertai kekerasaan, pengancaman, pemerasan yang kerap meresahkan masyarakat dan pengusaha di Kota Medan, Sat Sabhara Polresta Medan kembali mengaktifkan Tim Pemburu Preman (TPP). Keterangan tersebut ditegaskan langsung oleh Kasat Sabhara Polresta Medan, Kompol Siswandi ketika dikonfirmasi usai melakukan Ops Pekat Toba, Senin (9/11) siang. Dikatakannya, segala tindak tanduk premanisme berupa pemerasan, kekerasan, baik itu meminta uang memakai kwitansi, segera laporkan ke polisi. Selain itu pihaknya juga menyediakan hotline di nomor 081376670983 dan 081260893105."Segala bentuk premanisme merupakan target kita. Sejauh ini kita sudah melakukan penyisiran para preman yang berkedok juru parkir (Jukir) liar di sejumlah lokasi di antaranya sepanjang Jalan SM Raja, Jalan Pemuda, Jalan Irian Barat, Jalan Brigjen Katamso dan Jalan MT Haryono. Dari hasil razia Jukir, 18 orang kita amankan karena tak memiliki tanda pengenal. Para Jukir selalu menjadi biang keresahan masyarakat," katanya.Dijelaskannya lagi, selain mengamankan Jukir, pihaknya juga mengamankan 21 orang yang terlibat permainan judi di Jalan Asrama, Medan Helvetia. "Jukir dan pemain judi sudah kita amankan di kantor. Semuanya akan kita bina serta memberi pengarahan, supaya tak mengulangi perbuatannya lagi. Selanjutnya kita buat perjanjian dan memulangkan semuanya," pungkasnya.Kasat Sabhara juga mengakui, belum lama ini, ada aksi premanisme terjadi di kawasan Helvetia. Pengusaha furniture, Gunawan Akiat (40) babak belur dan bersimbah darah akibat dibalok sejumlah preman. (A20/y)