155 Ribu Jiwa Penduduk Sumut Buta Aksara

- Kamis, 12 November 2015 10:15 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/11/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB)- Sebanyak 155.000 jiwa penduduk Sumut masih buta aksara dan peringkatnya di bawah rata-rata angka buta aksara nasional, yakni 4,03 persen. Kondisi itu menjadi perhatian Pemprovsu khususnya Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut. Hal itu dikatakan Kadisdik Sumut, Masri diwakili Kuasa Penggguna Anggaran (KPA) PTK PAUDNI APBD Sumut 2015 Suwardi SE MAP di sela-sela pelaksanaan Orientasi Teknis Pembelajaran Aksara Dasar (OTPAD) tingkat Sumut tahun 2015 di Hotel Antares Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (10/11). Menurutnya, mencermati kondisi tersebut, Disdik Sumut akan segera menuntaskannya melalui gerakan pemberantasan buta aksara secara nasional untuk menanggulangi ketertinggalan penduduk di bidang pendidikan. Dikatakan, gerakan penuntasan buta aksara harus ada kebersamaan demi kemajuan dengan menumbuh-kembangkan seluas-luasnya dalam pembangunan terutama kepada masyarakat yang masih buta aksara untuk memeroleh layanan pendidikan di luar jalur formal atau sekolah. Lebih lanjut dijelaskan, persoalan banyak masyarakat buta aksara merupakan penghambat untuk mengakses informasi pengetahuan ketrampilan termasuk mengatasi berbagai masalah ekonomi, sosial dan budaya. Salah satu upaya memacu percepatan pemberantasan buta aksara secara aktif adalah pemerintah sebaiknya menyelenggarakan Hari Aksara Internasional (HAI) secara rutin setiap tahun di tingkat daerah maupun tingkat nasional. Menyinggung Orientasi Teknis Pembelajaran Aksara Dasar tingkat Sumut, kata Suwardi yang juga Kabid PMPTK (Pengendalian Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, OTPAD yang digelar kali ini sebagai momentum terbaik terhadap Program Penyelenggaraan Keaksaraan Dasar. "OTPAD diharapkan bermanfaat kepada para peserta sebagai pembelajaran guna diimplementasikan di daerah masing-masing mewujudkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 86 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan Dasar," tegasnya.Pejabat Penangungjawab Teknis Kegiatan (PPTK) Iwan Setiawan SE MSi menjelaskan, acara digelar selama 5 hari tersebut diikuti 66 peserta dari 33 kabupaten/kota se-Sumut bertujuan peningkatan pemahaman pendidik/tutor keaksaraan dasar tentang pembelajaran program keaksaraan dasar serta menyamakan persepsi soal system pembelajaran keaksaraan dasar. Katanya, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memotivasi pendidik/tutor keaksaraan dalam meningkatkan kinerja, displin, dedikasi dan loyalitas demi kepentingan masa depan bangsa dan Negara, disamping menumbuhkan kreativitas dan inovasi pendidik/tutor untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan keaksaraan dasar. (A07/d)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Hakim Minta Kejagung Proses Hukum Pemilik Wilmar, Musim Mas dan Permata Hijau Grup: Terdakwa Hanya Karyawan!

Medan Sekitarnya

Penerima Bantuan Pangan di Sumut Naik Jadi 1,7 Juta KPM, Kebutuhan Beras dan Minyak Goreng Melonjak

Medan Sekitarnya

Eks Bos Wilmar Terbukti Bersalah di Kasus Suap Hakim, Lolos dari Kasus TPPU

Medan Sekitarnya

Usut Kasus Suap di Bea Cukai, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Jatim-Jateng

Medan Sekitarnya

Jemaah Masjid Taqwa Muhammadiyah Aek Kanopan Timur Gelar Salat Gerhana Bulan

Medan Sekitarnya

Konflik AS–Israel vs Iran, Warga Ramai Cicil Emas di Pegadaian