Medan (SIB)- Sebanyak 155.000 jiwa penduduk Sumut masih buta aksara dan peringkatnya di bawah rata-rata angka buta aksara nasional, yakni 4,03 persen. Kondisi itu menjadi perhatian Pemprovsu khususnya Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut. Hal itu dikatakan Kadisdik Sumut, Masri diwakili Kuasa Penggguna Anggaran (KPA) PTK PAUDNI APBD Sumut 2015 Suwardi SE MAP di sela-sela pelaksanaan Orientasi Teknis Pembelajaran Aksara Dasar (OTPAD) tingkat Sumut tahun 2015 di Hotel Antares Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (10/11). Menurutnya, mencermati kondisi tersebut, Disdik Sumut akan segera menuntaskannya melalui gerakan pemberantasan buta aksara secara nasional untuk menanggulangi ketertinggalan penduduk di bidang pendidikan. Dikatakan, gerakan penuntasan buta aksara harus ada kebersamaan demi kemajuan dengan menumbuh-kembangkan seluas-luasnya dalam pembangunan terutama kepada masyarakat yang masih buta aksara untuk memeroleh layanan pendidikan di luar jalur formal atau sekolah. Lebih lanjut dijelaskan, persoalan banyak masyarakat buta aksara merupakan penghambat untuk mengakses informasi pengetahuan ketrampilan termasuk mengatasi berbagai masalah ekonomi, sosial dan budaya. Salah satu upaya memacu percepatan pemberantasan buta aksara secara aktif adalah pemerintah sebaiknya menyelenggarakan Hari Aksara Internasional (HAI) secara rutin setiap tahun di tingkat daerah maupun tingkat nasional. Menyinggung Orientasi Teknis Pembelajaran Aksara Dasar tingkat Sumut, kata Suwardi yang juga Kabid PMPTK (Pengendalian Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, OTPAD yang digelar kali ini sebagai momentum terbaik terhadap Program Penyelenggaraan Keaksaraan Dasar. "OTPAD diharapkan bermanfaat kepada para peserta sebagai pembelajaran guna diimplementasikan di daerah masing-masing mewujudkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 86 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan Dasar," tegasnya.Pejabat Penangungjawab Teknis Kegiatan (PPTK) Iwan Setiawan SE MSi menjelaskan, acara digelar selama 5 hari tersebut diikuti 66 peserta dari 33 kabupaten/kota se-Sumut bertujuan peningkatan pemahaman pendidik/tutor keaksaraan dasar tentang pembelajaran program keaksaraan dasar serta menyamakan persepsi soal system pembelajaran keaksaraan dasar. Katanya, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memotivasi pendidik/tutor keaksaraan dalam meningkatkan kinerja, displin, dedikasi dan loyalitas demi kepentingan masa depan bangsa dan Negara, disamping menumbuhkan kreativitas dan inovasi pendidik/tutor untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan keaksaraan dasar. (A07/d)