Hadapi MEA, Kementerian Pariwisata-PHRI Sumut Percepat Pelatihan Asesor Kompetensi

- Kamis, 12 November 2015 10:26 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/11/hariansib_Hadapi-MEA--Kementerian-Pariwisata-PHRI-Sumut-Percepat-Pelatihan-Asesor-Kompetensi.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana, Muchlis mewakili Kepala Dinas Pariwisata Sumut dan Teguh Haris Susanto dari Kementerian Pariwisata menyampaikan penjelasan pada pelatihan asesor nasional di Garuda Plaza Hotel Medan, Rabu (11/11).
Medan (SIB)- Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang finalisasi pelaksanaannya dilakukan akhir 2015 membuat Kementerian Pariwisata dan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Sumut mempercepat pelatihan asesor kompetensi.Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana, mengungkapkan hal itu dalam pelatihan instruktur asesor nasional yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Sumut di Hotel Garuda Plaza, Medan, Rabu (11/11).Hadir di situ Teguh Haris Susanto, Kepala Bidang Fasilitasi Sertifikasi Uji Kompetensi Kementerian Pariwisata, Muchlis, mewakili Kepala Dinas Pariwisata Sumut dan para peserta pelatihan asesor nasional.Menurut Denny, para menteri perwakilan negara anggota ASEAN pada 20 November 2007 sudah menyepakati pelaksanaan MEA mulai 2015. Dan untuk perhotelan serta pariwisata pelaksanaannya akhir tahun ini. kata Denny. Pada kondisi tersebut selain perdagangan bebas antar negara ASEAN maka para pekerja juga akan bebas bekerja secara regional.“Jika pekerja kita tidak memiliki kompetensi regional peran mereka akan tergantikan oleh sumber daya manusia dari negara-negara lain. Nantinya sertifikat yang diberikan kepada pekerja hotel dan pariwisata juga akan berlaku secara regional. “Melihat kondisi itulah kita menyambut baik tawaran kerjasama dari Kementerian Pariwisata kepada anggota PHRI Sumut dan instruktur di lembaga sertifikasi kompetensi yang ada di Sumut untuk ikut pelatihan asesor nasional,” jelasnya.Denny menjelaskan, saat ini saja ada sekira 7 ribu pekerja hotel belum lagi pekerja sektor pariwisata lain tentu diperlukan waktu lama untuk menuntaskan asesmen (penilaian) terhadap mereka apakah kompeten atau tidak.“Siapa yang bisa menentukan mereka kompeten? Tentu para asesor kompetensi yang sekarang sedang mengikuti pelatihan ini. Nanti penilaiannya, pekerja kita sudah kompeten atau tidak tentu setelah mengikuti uji kompetensi yang dilakukan para asesor nasional ini,” jelasnya.Dia mengatakan PHRI Sumut sudah berkali-kali mengingatkan para stakeholder dan mensosialisasikan tentang sertifikasi bahwa masih  ada keterbatasan yang dihadapi menyambut MEA. “Sekarang kita gencar terus melakukan pelatihan. Kalau pekerja yang akan diuji kompetensi jumlahnya banyak, kemudian asesor kita sedikit pasti target tak tercapai juga,” ujarnya. Dia menyatakan tahun ini dipastikan Sumut belum bisa menguji kompetensi seluruh pekerja hotel dan pariwisata.“Karena mesin kita panasnya baru akhir tahun ini. Tapi biasalah, begitu sudah mau deadline baru semua sibuk mempersiapkannya,” kata dia.Sementara Teguh Haris Susanto menyatakan pelatihan asesor nasional yang dilakukan Kementerian Pariwisata ditujukan menyambut MEA.“Dalam periode ini kita memfasilitasi pelatihan untuk front office, housekeeping, FB dan bidang lain. Kita mengharapkan agar peserta serius mengikutinya. Sebab kelanjutan sertifikasi kompetensi itu ada di tangan para asesor,” jelasnya.Menurutnya, dengan mempercepat pelatihan dan membuat beberapa program secara periodik diharapkan pemenuhan kebutuhan asesor di Sumut bisa membantu percepatan sertifikasi kompetensi. (R5/f)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Hakim Minta Kejagung Proses Hukum Pemilik Wilmar, Musim Mas dan Permata Hijau Grup: Terdakwa Hanya Karyawan!

Medan Sekitarnya

Penerima Bantuan Pangan di Sumut Naik Jadi 1,7 Juta KPM, Kebutuhan Beras dan Minyak Goreng Melonjak

Medan Sekitarnya

Eks Bos Wilmar Terbukti Bersalah di Kasus Suap Hakim, Lolos dari Kasus TPPU

Medan Sekitarnya

Usut Kasus Suap di Bea Cukai, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Jatim-Jateng

Medan Sekitarnya

Jemaah Masjid Taqwa Muhammadiyah Aek Kanopan Timur Gelar Salat Gerhana Bulan

Medan Sekitarnya

Konflik AS–Israel vs Iran, Warga Ramai Cicil Emas di Pegadaian