Medan (SIB)- Aliansi masyarakat Simalungun, Melayu dan Karo (SIMEKAR), hari ini (Kamis 12/11) menggelar seminar tentang budaya dan sejarah Keresidenan Sumatera Timur (Sumtim) di Aula Tengku Amin Ridwan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU, yang akan menampilkan sejumlah pembicara dari kalangan pakar budaya dan sejarah di daerah ini. Ketua Panitia Pelaksana Seminar, Hj Tengku Mira R Sinar, bersama Sekretaris Drs Sarjani Tarigan MSP, menyatakan seminar ini dijadwalkan akan dihadiri oleh pejabat atau Deputi Pengembangan Pemuda & Olahraga dari Kementerian Pemuda & Olah raga, karena salah satu topik seminar akan meliputi peranan generasi muda dalam pelestarian budaya dan sejarah bangsa. "Selain meningkatkan komitmen pelestarian budaya melalui penggalian nilai-nilai sejarah sebagai wujud kepribadian bangsa sekaligus untuk mengangkat potensi dan nilai budaya dan sejarah dari Sumut ke skala warisan nusantara. Seminar ini juga sebagai sosialisasi dari upaya reformasi mental agar budaya menjadi jati diri anak bangsa yang bermanfaat untuk sektor sosial dan ekonomi," ujar Sarjani Tarigan kepada pers di Medan, Selasa. Para pembicara yang telah dijadwalkan tampil adalah Eron Litno Damanik MSi dan Darman Purba dari kalangan budayawan Simalungun, DR OK Saidin SH dan DR Phil Ichwan Azhari MS dari kalangan pakar sejarah dan budaya Melayu, serta Dr Asmyta Surbakti dan Dra Ratna M Sembiring atau Ir Sanusi Suirbakti MBA MRE (pengurus BABKI) dari kalangan pemerhati sosial- budaya dan sejarah daerah Karo. "Seminar ini merupakan tindak lanjut dari Simposium SIMEKAR yang digelar 14 Maret 2012 lalu. Sejumlah isu dan wacana diperhitungkan akan muncul di forum (seminar) ini berdasarkan aspirasi dan masukan sejumlah calon peserta dan pihak panitia. Misalnya wacana tentang hubungan propinsi Sumatera Timur dengan propinsi Sumatera Utara dalam konteks sejarah Keresidenan Sumatera Timur, wacana tentang pelunya satu lembaga atau badan untuk menjajaki profil-profil kandidat pahlawan nasional dari Sumut, termasuk dari daerah Simalungun, Melayu, Karo agar tahun depan ada pahlawan nasional yang baru dari daerah Sumut ini, wacana tentang reposisi budaya dalam pariwisata," papar Sarjani. (A04/l)