Medan (SIB)- Panitia Musyawarah Wilayah (Muswil) Sumut Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (ABPPTS), Rabu (11/11) audiensi kepada Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah I Sumut Prof Dr Dian Armanto untuk melaporkan rencana pelaksanaan seminar dan Muswil yang akan berlangsung 28 November 2015 di Medan.Hadir dalam audiensi itu Ketua pantia Drs Tenang Malem Tarigan MSi Ak dan Ketua ABPPTS Sumut Ir Ok Nasaruddin Hisyam MS, Penasehat Ilyas M Ali serta Drs M Natsir MSi serta Romanus Sipayung.Ketua Panitia Muswil ABPPTS Drs Malem Tenang Tarigan dan Ketua ABPPTS Sumut Ir H OK Nazaruddin Hisyam dalam penjelasan kepada Kopertis Prof Dr Dian Armanto di ruang kerjanya, menyebutkan tentang rencana Muswil mendatang akan disemarakkan dengan seminar ilmiah bertema: "Strategi Penyehatan dan Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Swasta".Menurut Ir Nazaruddin bersama Ilyas M Ali dari Univ Tjut Nyak Dhien, pada seminar nanti akan menghadirkan empat narasumber dari Jakarta, antara lain: Dr Ir Patdono Suwignyo MEng Sc, Dirjen Kelembagaan Riset Dikti RI, Prof Dr Thomas Suyatno dari Ketua Umum ABPPTS pusat Jakarta, Joko Santoso selaku Penasehat ABPPTS, serta Prof Dr Dian Amanto, Kopertis Wilayah I Sumut.Pada acara seminar dan Muswil itu, akan hadir ratusan orang, terutama dari sedikitnya 150 Perguruan Tinggi Swasta yang ada di Sumut."Misi kita ke depan akan menjadikan yayasan perguruan tinggi semakin kuat dan sejahtera serta pengurus baru bisa lebih memahami status yayasan serta izin PTS yang dikeluarkan Kemenhumham RI," kata Nazaruddin.Sementara itu Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto menyatakan siap untuk menjadi pembicara pada acara Seminar yang diadakan pada rangkaian kegiatan Muswil ABPPTS Sumut akhir November mendatang.Kepada Panitia, Kopertis Wilayah I Sumut itu mengharapkan agar peran ABPPTS ke depan lebih ditingkatkan, apalagi dengan mulainya Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), bukan tidak mungkin perguruan tinggi asing juga akan masuk ke Medan, Sumatera Utara.Di hadapan delegasi panitia dan pengurus ABPPTS, Dian Armanto juga mengungkapkan antara manajemen yayasan perguruan tinggi swasta yang dikelola secara baik dan juga dikelola secara amburadul. "Yayasaan PTS yang kuat salah satunya bisa diukur dari kekuatan keuangan yang ada dalam yayasan itu. "Jangan seperti dulu, ada suatu perguruan tinggi swasta tertua di Medan namun keuangannya masuk ke kas bukan yayasan sehingga akhirnya kesulitan dalam membiayai operasional, termasuk untuk membayar biaya rekening listrik," katanya namun sekarang tidak demikian lagi karena sudah dikelola satu yayasan yang bagus manajemennya. (R4/ r)