Medan (SIB)- Pemko Medan akan segera mengusulkan pembentukan Dinas Sungai untuk bisa menangani seluruh permasalahan sungai di Medan. Hal itu disampaikan Pj Wali Kota Medan Drs Randiman Tarigan MAP saat memimpin gotongroyong massal bersama Panitia Natal PWI Sumut, YSKI dan TNI, Sabtu (14/11) di Sungai (Sei) Putih antara Jalan Dr Manyur Medan dan Jalan Sei Batugingging Medan.Perlunya pembentukan Dinas Sungai itu dilatarbelakangi permasalahan pengelolaan sungai yang tidak dimiliki Pemko Medan, padahal korban dari tidak terurusnya sungai adalah warga Medan itu sendiri.Hal itu sangat jelas saat melihat realita di Sungai Putih, sepanjang jalur sungai terdapat penumpukan sendimen hingga memersempit sungai ditambah lagi tidak adanya upaya pembetonan sempadan sungai.Buruknya kondisi Sungai Sei Putih yang membelah wilayah Kecamatan Medan Baru dan Kecamatan Medan Selayang mendorong pemikiran bahwa solusi paling jitu adalah membentuk Dinas Sungai. Ditambah lagi memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar jangan membuang sampah sembarangan terutama ke dalam sungai.“Pembiaran alur sungai ini menjadi dangkal penuh dengan sendimen, yang terparah lagi kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan menjadikan sungai tempat pembuangan sampah, sehingga alur air tidak mengalir dan bila terjadi hujan, air sungai meluap membanjiri rumah warga,†ujar Randiman.Dalam kegiatan gotong -royong itu Pemko Medan menurunkan alat berat untuk melakukan pengorekan sungai sepanjang 700 meter dari Jalan dr Mansyur sampai Jalan Sei Batugingging. Selain itu juga pengorekan secara manual dengan gotong-royong masal melibatkan personel TNI dari Batalyon Kavileri 6 Serbu, Koramil Medan Baru, Polsekta Medan Sunggal, masyarakat, Kepling Medan Baru dan Medan Selayang serta Akademi Perawat Medan Baru di 10 titik yang krusial akan sampah dan lahan semak belukar.Pj Wali Kota Medan Drs Randiman Tarigan menilai kondisi Sungai Sei Putih ini cukup memprihatinkan dan sudah cukup lama tidak dikorek, membuat sungai menjadi dangkal sehingga air tidak mengalir secara normal. Kondisi ini akan menimbulkan sarang jentik nyamuk yang akan menimbulkan penyakit seperti DBD. Pendangkalan sungai tidak mampu menampung air saat terjadi hujan, sehingga air meluap menimbulkan genangan air di pemukiman warga.Randiman meminta camat dan lurah serta kepala lingkungan Medan Selayang dan Medan Baru agar dapat membangun kesadaran masyarakatnya untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan terutama di sungai. Masyarakat harus mempunyai rasa memiliki dan rasa tanggung -jawab menjaga lingkungannya. Bila ini terwujud maka Kota Medan akan menjadi bersih, hijau dan asri.“Saya minta pengorekan sungai ini rutin dilakukan dan pengorekan ini harus tuntas tidak hanya sepanjang 700 meter saja tetapi harus sampai ke hilir Sungai Putih. Pengorekan sungai ini manfaatnya untuk masyarakat, tegas Randiman Tarigan.Sementara itu, Ketua Panitia Perayaan Natal PWI Sumut Wilfrid B Sinaga SH mengatakan, gotong royong itu merupakan program Panitia Natal PWI Sumut 2015 dengan menggalang kerjasama berbagai pihak terutama Pemko Medan dan Yayasan Surya Kebenaran Internasional dan mendapat dukungan Pengurus PWI Sumut dengan kehadiran Sekjen PWI Sumut Edwadr Tahir beserta sejumlah pengurus PWI lainnya.Menurut Wilfrid, tema bakti sosial Perayaan Natal PWI Sumut Tahun 2015 adalah “Wartawan Peduli Lingkungan†“Setiap menjelang perayaan Natal PWI Sumut selalu dilakukan bakti sosial kepada masyarakat. Tahun lalu bakti sosialnya adalah pengobatan kesehatan gratis . Untuk tahun ini kita menggalang masyarakat untuk bergotong -royong membersihkan lingkunganâ€, ujar Wilfrid.(A14)