Medan (SIB)- Duta Besar Australia Paul Grigson salut dan memuji masyarakat kota Medan yang pluralis baik budaya, agama, suku dan golongan namun tetap terjaga kemelekatan nilai dan komitmen hidup berdampingan dengan damai. Penilaian itu disampaikannya langsung saat berkunjung ke gereja HKBP Medan Sudirman belum lama ini yang disambut penuh antusias dan hangat oleh jemaat dan majelis serta Pendeta Resort Pdt Dr. Plasthon Simanjuntak: Percakapan langsung Dubes dengan jemaat diterjemahkan langsung Pdt Sondang Napitupulu MTh.Kunjungan Dubes Paul Grigson dalam rangka melihat lebih dekat HKBP Medan Sudirman yang memiliki nilai historis perkembangan penginjilan dan menjadi salah satu icon bangunan sejarah di Kota Medan dalam kemajemukan dan toleransi kerukunan umat beragama. Beliau sebelumnya telah mengunjungi bangunan sejarah lainnya di kota Medan seperti Istana Maimun dan tempat lainnya. Pdt.Dr.Plasthon Simanjuntak atas nama jemaat menyampaikan ucapan selamat datang kepada Paul Grigson dan rombongan staff serta protokoler yang hadir. Pdt. Plasthon menjelaskan sejarah singkat HKBP Medan Sudirman sejak Pdt.Dr.IL Nommensen mendirikan gereja HKBP Medan Sudirman hingga Jubileum ke-103 tahun. Dia juga menghimbau jemaat dan masyarakat Sumut khususnya Medan tetap menjaga kerukunan hidup beragama dan bermasyarakat yang sudah melekat di hati warga Sumut. Pdt. Plasthon bersama majelis dan jemaat memberikan tanda sukacita sekaligus tanda kenangan berupa sebuah Alkitab Bahasa Batak Toba dan ulos sebagai penghormatan kepada Paul Grigson. Penyambutan Duta Besar tersebut diisi dengan lagu dan tarian Paduan Suara Anak Sekolah Minggu dalam bahasa Indonesia, Inggris dan bahasa Batak, tortor dibawakan Peserta Tortor Tahun Parompuan HKBP Medan Sudirman.Pada waktu bersamaan juga dilakukan pembekalan parhalado HKBP Medan Sudirman tahap II dipimpin Pdt Plasthon. Pembekalan Parhalado megambil Thema: " Kita Satu Dalam Kristus "(Galatia 3 : 28) dan Sub Thema: Parhalado HKBP Medan Sudirman terpanggil menjadi Pelopor Pembaharuan, Perdamaian dan Pemberdayaan di tengah jemaat, masyarakat dan bangsa. Ibadah pembukaan dipimpin Pdt. Freddi Harahap, STh, menjelaskan peran Parhalado yang sangat strategis dalam meningkatkan pelayanan dengan saling menghargai dan menjaga persatuan dan kesatuan dengan ikatan Kasih Kristus. Pdt Dr. Plasthon Simanjuntak sebagai narasumber utama mengatakan agar semua parhalado memahami dan menguasai Aturan Peraturan HKBP 2002 yang telah di Amandemen dan akan berlaku atau dilaksanakan mulai 1 Januari 2016. Badan Audit HKBP di tingkat huria salah satu badan atau organ gereja yang baru sesuai dengan AP amandemen. Oleh sebab itu gereja harus siap membentuk badan tersebut dalam kerangka visi dan misi HKBP. Agenda pembekalan tahap kedua ini menekankan sosialisasi AP HKBP 2002 dan mengevaluasi pelayanan serta penatalayanan gereja ke dalam internal gereja. Ketua Panitia St. Dinar Br. Napitupulu, BBA mengatakan Pembekalan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan dan operasional gereja agar semakin sempurna ke depan dan akan diprogramkan tiap tahun. Peserta mengharapkan pembekalan ini juga mengusulkan perlunya pengangkatan pegawai Kepala Rumah Tangga sebagai tenaga operasional rutin dengan segala job deskriptionnya dan berfungsi memonitoring dan memberikan penilaian terhadap semua pegawai kantor dan security gereja. Selanjutnya laporannya akan dievaluasi majelis perbendaharaan yang diketuai Pendeta Resort.Pembekalan parhalado ini diikuti 60 sintua dan 6 pelayan fulltimer. Pembekalan ini merupakan lanjutan pembekalan tahap pertama yang telah berlangsung 29 Juni s/d 01 Juli 2015 dengan narasumber motivator Drs. Parlindungan Marpaung dan Drs. Joko di Taman Simalem Resort, Lae Pondom Merek. (R4/d)