Kehidupan Keluarga Saleh Memprihatinkan, Butuh Perhatian Pemerintah

*Anaknya Julpan Sakit-sakitan Selama 16 Tahun
- Senin, 16 November 2015 09:59 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/11/hariansib_-Kehidupan-Keluarga-Saleh-Memprihatinkan--Butuh-Perhatian-Pemerintah.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Willi Harianja
Pak Saleh bersama Istrinya Elverida Br Sianturi dan dua anaknya, ketika di foto SIB di depan pintu rumahnya yang kondisinya reot, Jumat (9/11).
Bandarkhalifah (SIB)- Kehidupan keluarga Saleh (75) bersama isterinya Elverida Br Sianturi warga Dusun Pokokjengkol Desa Bandar tengah Kecamatan Bandarkhalifah, Kabupaten Sergai sangat miskin. Lebih memprihatinkan lagi, Saleh  harus mengurusi dua anaknya, Agus (24) dan Julpan (18), yang sakit-sakitan.Pantauan SIB saat mengunjungi kediaman keluarga Saleh, anaknya Julpan sedang terbaring  di lantai dengan kondisi muka pucat, giginya busuk dan kakinya kecil seperti tidak bisa digerakkannya. Sedangkan anaknya yang sulung Agus duduk di samping adiknya itu.Elverida menuturkan SIB, mereka dikarunia empat orang anak, yang pertama sudah berkeluarga, sedangkan anak ketiga baru setahun meninggal dunia. Sekarang yang tinggal bersama mereka adalah anak kedua dan keempat yaitu Agus dan Julpan.Julpan yang paling fatal dengan penyakit yang dideritanya dimana sampai sekarang belum bisa berjalan. Julpan dilahirkan  dengan kondisi normal. Saat umur dua tahun dia mulai sakit – sakitan sampai sekarang, sudah enam belas tahun Julpan menahan sakitnya dan sayapun tidak tau penyakit apa yang diderita anak saya ini. Jujur saja saya katakan, memang tidak pernah kami bawa berobat  atau periksa ke dokter, karena ekonomi kami tidak mampu,” tuturnya.Saleh, sangat mengharapkan Julpan bisa ditangani pemerintah secepatnya dan keluarganya bisa memeroleh jaminan kesehatan dari pemerintah melalui program BPJS dan program lainya.“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja susah, saya bekerja tidak menentu. Kadang-kadang membantu istri mencari lidi kelapa sawit, jelas itu semua tidak cukup untuk menghidupi keluarga,” ujarnya. Ia berharap Pemkab Sergai  mau membantu meringankan beban yang diderita keluarganya, sesuai dengan program pemerintah yang sudah ada untuk orang yang benar – benar tidak mampu.Pak Manurung salah satu warga yang ikut mendampingi wartawan SIB di rumah reot Saleh yang berada di tengah kebun kelapa sawit itu menambahkan, keluarga Saleh memang tergolong warga miskin. Pemkab Sergai, dimohonkan untuk benar–benar peduli dan meninjau kembali layak atau tidak warga itu menerima biar tepat sasaran untuk keluarga miskin.Di tempat terpisah, SIB mencoba menghubungi Dewi selaku Kepala Puskesmas Bandarkhalifah melalui lewat telepon seluler gengamnya, sangat disayangkan tidak bisa dikonfirmasi. (A28/y)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

BNPB Kucurkan Rp1,5 Miliar, 91 Rumah Warga Nisel Diperbaiki

Medan Sekitarnya

Hakim Minta Kejagung Proses Hukum Pemilik Wilmar, Musim Mas dan Permata Hijau Grup: Terdakwa Hanya Karyawan!

Medan Sekitarnya

Penerima Bantuan Pangan di Sumut Naik Jadi 1,7 Juta KPM, Kebutuhan Beras dan Minyak Goreng Melonjak

Medan Sekitarnya

Eks Bos Wilmar Terbukti Bersalah di Kasus Suap Hakim, Lolos dari Kasus TPPU

Medan Sekitarnya

Usut Kasus Suap di Bea Cukai, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Jatim-Jateng

Medan Sekitarnya

Jemaah Masjid Taqwa Muhammadiyah Aek Kanopan Timur Gelar Salat Gerhana Bulan