Medan (SIB) - Peraih piagam Kalpataru 2005 Marandus Sirait berharap kepada Calon Wali Kota Medan nomor urut 2 Drs Ramadhan Pohan MIS bila terpilih jadi wali kota, agar membangun hutan wisata di Medan. Permintaan itu disampaikannya karena lingkungan hidup di kota menjadi salah satu permasalahan serius yang harus dibenahi bersama. “Respon bapak Ramadhan sangat luar biasa dalam program pemetaan lingkungan. Di Medan sendiri kita belum ada memiliki hutan wisata. Untuk itu, saya menilai keseriusan bapak tidak hanya basa-basi. Saya bisa rasakan ini sebagai sukacita. Bila bapak terpilih nanti, ijinkan kami diikutsertakan dalam program ini. Saya yakin Medan akan lebih baik dibanding dari kota-kota lainnya yang ada di Malaysia ataupun Singapura,†ucap Marandus saat berdialog dengan Ramadhan Pohan masalah persoalan lingkungan yang digelar di Posko Pemenangan Ramadhan-Eddie (REDI) di Jalan Gajah Mada Medan, Senin (16/11). Menurut Marandus yang juga didampingi penggiat lingkungan lainnya di antaranya Murni, komunitasnya akan tetap memperjuangkan dibangunnya Hutan Kota di Medan. Karena hutan bisa menjaga nilai estetika suatu kota. Sementara Kota Medan dari sisi lingkungan disayangkan tidak ada yang bisa dibanggakan. “Tidak ada Hutan kota di Medan. Taman Beringin yang berada di Jalan Sudirman itu bukan hutan kota. Miris melihat Medan yang luas ini tidak memiliki hutan kota,†ucap pria yang juga mendapat penghargaan Wana Lestari dari Menteri Kehutanan pada tahun 2010 itu. Selain itu juga tidak adanya peraturan yang tegas dari pemerintah, membuat warga Medan kurang peduli dengan kebersihan lingkungan. Semua tergantung wali kotanya. POLONIA TAMAN KOTAMenanggapi itu, Ramadhan mengatakan memang benar hingga saat ini Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Medan tidak sampai 30 persen sesuai ketentuannya. Untuk itu, bila terpilih kelak, program lingkungan hidup akan ia kedepankan. “Ke depan apabila mandat diberikan warga Medan kepada saya, saya akan mengakomodir semua gagasan tentang lingkungan seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Sirait dan ibu Murni. Termasuk tentang sungai, pengelolaan sampah. Medan itu perlu hutan kota. Hutan yang ditanami banyak pohon dengan areal yang luas. Fungsinya bisa menjadi paru-paru kota, tempat berolahraga dan menjadi objek wisata. Saya menilai, daerah Polonia yang ditaksir luasnya sekira 100 hektare akan lebih baik dijadikan hutan kota. Saya siap jadi ujung tombak untuk melobi elemen-elemen masyarakat baik pemerintah pusat, investor maupun pemangku jabatan lainnya agar Polonia jadi hutan kota,†tegasnya. (A18/f)