Medan (SIB) - Pengurus Provinsi Tako Indonesia Sumut periode 2015-2020 beraudiensi ke kantor SIB, Selasa (17/11) diterima Penjab Drs Victor Siahaan, SH, MHum mewakili Pemimpin Redaksi GM Immanuel Panggabean, BBA. Mereka terdiri dari Ketua Umum Pengprov terpilih Ir Sutrisno Pangaribuan, Sekretaris Joan Berlin Damanik, SSi, MM (yang juga Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli), Pelatih Dojo Kemenkum & HAM Drs Effendi Silalahi, Ketua Panitia Parulian Tampubolon, Sekretaris Panitia Ramses Manullang, SE, MSi, Ketua Bidang Organisasi Ir Bizalal Siagian, Pelatih Junaidi, Herfina (Mami), Godang Hutasoit, SE, Luhut Purba dan Chandra Simatupang. Parulian Tampubolon menyampaikan, Pengprov yang terpilih hasil Musda di P Siantar akan dilantik Ketua Umum PB Tako Indonesia Dr Ir Nurdin Tampubolon, Jumat (20/11) di Aula Martabe Kantor Gubsu. Pelantikan akan diikuti seluruh Pengcab Tako se Sumut dan dojo khusus, unsur Pemprovsu, Pengurus Forki Sumut serta perguruan karate lainnya. Effendi Silalahi yang juga Ketua Harian PB Tako Indonesia mengatakan, Kepengurusan Tako Sumut sekarang ini adalah wajah baru, semangat baru karena terdiri dari orang-orang muda. Sehingga diyakini Tako ke depan akan lebih bangkit seperti pada masa jayanya tahun 70 - 80an. Di era tahun 2000, Tako memiliki prestasi terakhir yakni Rosana Simanjuntak yang meraih medali emas PON di Surabaya dan almarhum Dirja peraih medali emas Kejurnas Junior Piala Mendagri. Setelah itu, Tako tidak pernah lagi memberi kontribusi kepada Forki Sumut untuk prestasi di level-level nasional. Namun wajah-wajah baru yang masih muda pada kepengurusan saat ini diyakini akan memberi sentuhan yang sangat berarti terhadap prestasi karate Tako yang sempat merajai dunia perkaratean tanah air ini. “Kami yakin karate Tako kembali bergeliat melahirkan prestasi-prestasi muda harapan Perguruan dan Forki di tingkat nasional dan dunia,†ucapnya. Sutrisno Pangaribuan mengemukakan tekadnya untuk menggairahkan kembali semangat Tako yang dulu pernah besar. Dia berharap adanya peran media membesarkan perguruan ini, khususnya harian SIB. Karena tanpa media eksisnya Tako ini kembali tidak diketahui masyarakat luas, apalagi Tako selama ini bermitra dengan SIB. “Dimana ada Tako disitu ada SIB, semua kegiatan Tako tetap dicover SIB,†ucap Anggota DPRD Sumut ini. Jika sudah eksis dan besar, lanjut Sutrisno, Tako bisa menjadi mitra Pemerintah, apalagi saat ini Pemerintah memprogramkan bela negara. Tentunya yang dipakai negara adalah para pemuda Indonesia yang sehat jasmani dan rohaninya. Untuk membantu program Pemerintah tersebut, Tako Indonesia khususnya Pengprov Sumut ikut mengambil peran. “Sebelum Pemerintah mempersiapkan anak-anak muda Indonesia masuk bela negara, Tako Indonesia berkewajiban mempersiapkan bela diri mereka. Bela negara harus dilengkapi bela diri, agar pemuda dan negara makin kuat,†tegas politisi PDI Perjuangan ini. Victor Siahaan merasa bangga masih ada semangat pemuda Sumut yang mau mendarmabaktikan dirinya mengurus olahraga. Dia sangat prihatin melihat prestasi olahraga yang menurun drastis, khususnya cabang olahraga bela diri. Sekitar 10 tahun lalu olahraga karate banyak masuk di sekolah-sekolah, lingkungan masyarakat dan perkantoran. Namun belakangan cabang bela diri seperti karate, silat, tinju dan kungfu seperti tidak mencuat lagi. Penjab SIB ini merasa heran dimana kesalahannya sehingga olahraga Sumut gagal. Dia menduga Dispora dan KONI “tidurâ€, tidak mau tahu terhadap prestasi olahraga Sumut. Dia meminta kepada seluruh perguruan karate yang tergabung dalam Forki “keroyokan†mendesak Pemprovsu agar memperhatikan olahraga Sumut yang sudah lesu. Harian SIB menyarankan agar Pemprovsu tidak lagi memperbesar dana bansos, tapi mengalihkannya lebih besar kepada peningkatan prestasi olahraga agar dunia olahraga Sumut bergairah kembali. Karena selama ini dana Bansos yang sangat besar itu ternyata hanya dikorupsi oknum tertentu sehingga nama Sumut tercap sebagai daerah korupsi. “Daripada banyak yang dikorupsi, lebih baik untuk olahraga, pemuda sehat, terhindar dari narkoba, mereka berprestasi dan anak-anak Sumut jadi pemuda yang tangguh dan sehat,†jelasnya. Lebih lanjut, Sutrisno Pangaribuan mengatakan, dia sebagai Ketua Umum Pengprov Tako Sumut yang baru sudah menemui Ketua periode sebelumnya Samsul Sianturi, SH di kediamannya Jalan Pelajar Medan Senin (16/11). Pertemuan itu dilakukan sebagai rasa hormat antara junior terhadap seniornya, sekaligus mohon bimbingan dalam mengurus Tako Sumut ini. Samsul Sianturi didaulat menjadi Dewan Penasehat di Pengprov Tako Sumut sekarang ini. Dalam pertemuan tersebut dia (Samsul Sianturi) menyatakan dukungannya kepada Kepengurusan Sutrisno Pangaribuan seraya menitip pesan agar Sutrisno juga memperhatikan Pengcab-Pengcab Tako yang ada di Sumut. (A12/d)