Medan (SIB)- Plt Gubsu HT Erry Nuradi MSi menghadiri penandatanganan naskah kesepakatan kerjasama (MoU) penerapan program kurikulum teknik sepedamotor (KTSM) antara Indaco Trading co bersama PT Astra Honda Motor (AHM) dengan 11 SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di Sumatera Utara. Program itu bertujuan melahirkan tenaga kerja terlatih yang memiliki daya saing tinggi di industri otomotif. Penerapan KTSM ditandai dengan penandatanganan MoU yang berlangsung di SMK Al Fattah Jalan Cemara No. 172 Medan, Selasa (17/11).Dalam sambutannya Plt Gubsu menyambut baik adanya program kurikulum teknik sepeda motor Honda di SMK. Saat ini siswa-siswi membutuhkan pendidikan dan keterampilan, sehingga setelah selesai sekolah tidak hanya mencari kerja tetapi mampu membuka peluang usaha. Untuk menciptakan tenaga profesional, tidak hanya dihasilkan oleh ilmu pengetahuan tetapi juga penguasaan teknis melalui pengalaman kegiatan."Menurut catatan Dinas Pendapatan dalam satu hari ada 800 buah pengurusan STNK baru. Sementara setiap tahunnya ada 200 ribu penambahan kendaraan baru. Perkembangan industri otomotif yang pesat tentu menimbulkan peluang baru di antaranya jasa service dan perbaikan mesin motor. Peluang membuka usaha ini harus diambil oleh lulusan SMK misalnya dengan membuka bengkel," katanya.Dia berharap kerjasama yang dilakukan Indaco Trading co bersama PT AHM dengan SMK di Sumut dapat dicontoh pihak swasta lainnya. "Saya sarankan kepada Honda untuk membuka gerai-gerai di setiap kecamatan di Sumut. Sehingga lulusan siswa KTSM dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh," ujarnya.Dia juga berharap agar PT Astra Honda Motor terus melakukan pelatihan secara berkala untuk sekolah-sekolah binaan. Sehingga siswa bisa mendapat ilmu pengetahuan yang terbarukan.Sementara General Manager Indaco Trading co Leo Wijaya mengatakan, program KTSM Honda adalah salah satu bentuk tanggung-jawab sosial terhadap dunia pendidikan, khususnya di bidang otomotif. Melalui program ini Honda berharap dapat menciptakan banyak tenaga kerja terlatih yang memiliki daya saing tinggi di industri otomotif yang semakin berkembang di Sumut.SMK yang terlibat dalam MoU kali ini adalah SMKN 1 Pantailabu, SMK Al Fattah, SMK Bina Guna Tanahjawa, SMK Negeri 4 Medan, SMK Alwasliyah 2 Merbau, SMKN Binaan Provinsi Sumut, SMK Negeri 1 Perbaungan, SMK Swasta YPD, SMK Swasta Muhammadiyah 10, SMK Swasta Tri Karya dan SMK Swasta Martabe Sipirok. Penambahan SMK KTSM Honda di atas, menjadikan total SMK yang mengimplementasikan KTSM Honda hingga November 2015 menjadi 40 SMK di seluruh wilayah Sumut. (A14/q)