Medan (SIB)- Rumah seorang ibu bermarga S di Jalan Tirtosari Ujung Gang Setia, Medan Tembung nyaris dibakar warga lainnya karena dituduh memelihara begu ganjang, Jumat (20/11) malam. Namun aksi sekelompok warga dihentikan warga lain dan petugas Polsek Percut Sei Tuan. Tak ingin sesuatu yang buruk terjadi, anak dari boru S melaporkannya ke Polsek Percut Sei Tuan, Sabtu (21/11).Namun aksi warga yang hendak membakar rumah boru S nyaris terjadi lagi pada, Minggu (22/11) malam. Petugas kepolisian akhirnya tiba di lokasi dan berhasil meredam emosi warga.Menurut pengakuan Si, anak dari boru S saat dikantor polisi, kemarahan warga hingga nyaris berujung pembakaran tersebut bermula pada Jumat sekira pukul 22.00 WIB, seorang wanita tetangganya tiba-tiba kerasukan. Warga yang mengetahui hal itu berbondong-bondong memadati rumah yang kerasukan tersebut.Keluarga dari wanita yang kerasukan tersebut yang identitasnya belum diketahui langsung panik. Selanjutnya keluarga meminta bantuan orang pintar (dukun-red), guna mengobati wanita itu. "Warga kemudian mendatangi rumah kami, mereka mengatakan orang pintar itu bertanya roh siapa yang ada di dalam tubuh wanita kesurupan tersebut. Wanita itu mengaku jika di tubuhnya ada roh boru S, sembari menunjukkan rumah kami. Itu yang membuat warga emosi kepada kami saat datang ke rumah. Ketika itu puluhan warga berusaha membakar rumah dan kami sekeluarga. Akhirnya warga yang lain dan tokoh masyarakat sekitar serta pihak kepolisian meredam emosi warga," kata anak boru S.Warga juga meminta supaya pindah, namun karena merasa tidak melakukan hal-hal yang tak melanggar hukum, mereka bertahan di rumahnya. Lantaran terancam, Sabtu malam S mendatangi Polsek Percut Sei Tuan, guna minta perlindungan."Makanya kami melapor ke polisi. Tetapi pada Minggu malam puluhan warga kembali mendatangi rumah kami beruntung polisi datang dan meredam emosi warga. Saat dimediasi, warga meminta kami pindah rumah. Tak ingin terjadi nyawa kami terancam, Senin siang terpaksa kami pindah rumah," tutupnya.Untuk memastikan kebenaran dugaan begu ganjang, sejumlah awak media mendatangi lokasi guna mencari informasi. Daut S (25) warga Jalan Tirtosari Ujung ketika diwawancarai mengaku sangat tidak terima dengan keberadaan boru S, lantaran membuat warga sekitar resah."Kami sangat resah. Semua warga di sini meminta boru S dan keluarganya angkat kaki. Sebelumnya keluargaku mengatakan boru S pelihara begu ganjang. Lantaran penasaran, belum lama ini aku mendatangi rumahnya yang saat itu dipadati warga. Ketika aku hendak pulang, ada orang kesurupan dan aku mencoba memberi pertolongan. Tiba-tiba aku tak sadar diri lagi, dan warga serta orang pintar menolongku," bebernya.Di tempat terpisah, warga lain enggan berkomentar banyak terkait dugaan boru S pelihara begu ganjang.Sementaran itu, MD (45) warga yang bermukim di Gang Setia, tidak yakin jika begu ganjang dipelihara oleh boru S . Ia menegaskan tak perlu takut dengan hal seperti itu. Sedangkan warga yang memercayai hal semacam itu tak memiliki iman. Saat rumah boru S digeledah warga, tak ditemukan benda yang mencurigakan.“Perlu diketahui, boru S jika nyuci piring saja tak memakai sabun karena ingin irit dan supaya bisa menabung. Untuk harta boru S, selalu dibantu oleh anak-anaknya yang sudah bekerja di luar kota," ucapnya.Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Lesman Zendrato ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya isu begu ganjang yang meresahkan warga di wilaya hukumnya. "Buat saat ini situasi sudah kembali kondusif. Tidak ada lagi keributan yang terjadi," ujarnya.(A20/c)