Medan (SIB)- Mewabahnya DBD (Demam Berdarah Dengue) yang mengakibatkan sedikitnya 15 warga jatuh sakit di Simalingkar B Medan diharapkan menjadi pembelajaran untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) agar memerhatikan lingkungan dan kesehatan warga Medan.Andi Lumban Gaol, anggota Komisi A DPRD Medan , mengatakan, bukan hanya di Simalingkar B DBD mewabah, namun hampir di seluruh wilayah Kota Medan, sehingga Dinkes Kota Medan harus aktif melakukan pengasapan atau fogging baik diminta atau pun tidak diminta masyarakat.“DBD ini mewabah, salah satu indikasinya adalah banyaknya sekarang ini perbaikan parit yang penanganannya lamban bahkan tidak layak yang dilakukan Dinas Bina Marga Medan. Terkadang pembersihan dari penggalian parit itu terlalu berlarut-larut, sehingga menimbulkan sarang nyamuk. Oleh sebab itu, saya mengimbau kepada Dinas Kesehatan agar aktif melihat lingkungan-lingkungan yang ada di Medan untuk melakukan fogging terutama di lingkungan yang saat ini sedang dilakukan perbaikan atau penggalian parit,†kata Andi kepada SIB saat di temui di Medan, Selasa (24/11).Ia sangat menyesalkan Dinas Bina Marga Medan yang selalu membuat proyek penggalian parit bahkan pembersihannya sangat lama dan berlarut-larut. “Pelaksanaan penggalian parit sudah selesai dikerjakan sementara tanah-tanah bekas galian lama dibersihkan, sehingga gampang menimbulkan sarang-sarang nyamuk . Bahkan bila hujan mengakibatkan tanah becek dan mengganggu aktivitas lalulintas pengguna jalan,â€ujarnya.Menanggapi pemberitaan koran SIB sebelumnya, Andi meminta Dinas Kesehatan tidak menunggu laporan dulu dari masyarakat baru bertindak melakukan fogging. “Kita juga tidak tahu pasti mereka yang terkena DBD belum tentu terkena di lingkungan tempat dia tinggal saja, namun bisa jadi di lingkungan sekolahnya atau lingkungan kerjaannya. Sehingga pembersihan atau fogging bukan hanya diperlukan pada tempat-tempat yang dikatakan rawan sarang nyamuk saja. Jangan tunggu korban dulu , kasihan masyarakat itu. Saya rasa itu masih hak-hak yang umum dan pelaksanaannya tidak terlalu sulit dikerjakan. Lebih baik mencegah daripada mengobati, â€katanya. (Dik-ECS/c)