Wabah DBD Ternyata Terjadi Hampir di Seluruh Kota Medan

* Anggota DPRD Medan: Dinkes Harus Aktif, Jangan Hanya Menunggu
- Rabu, 25 November 2015 10:25 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/11/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB)- Mewabahnya DBD (Demam Berdarah Dengue) yang mengakibatkan sedikitnya 15 warga  jatuh sakit di Simalingkar B Medan diharapkan menjadi pembelajaran untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) agar memerhatikan lingkungan dan kesehatan warga Medan.Andi Lumban Gaol, anggota Komisi A DPRD Medan , mengatakan, bukan hanya di Simalingkar B  DBD mewabah, namun hampir di seluruh wilayah  Kota Medan,  sehingga  Dinkes Kota Medan harus aktif  melakukan pengasapan atau fogging baik  diminta atau pun  tidak diminta  masyarakat.“DBD ini mewabah, salah satu indikasinya adalah banyaknya sekarang ini perbaikan parit yang penanganannya lamban bahkan tidak layak yang dilakukan Dinas Bina Marga Medan.  Terkadang pembersihan dari  penggalian parit itu terlalu berlarut-larut, sehingga  menimbulkan sarang nyamuk. Oleh sebab itu, saya mengimbau kepada Dinas Kesehatan agar  aktif melihat lingkungan-lingkungan yang ada di  Medan untuk melakukan fogging terutama di lingkungan yang saat ini sedang dilakukan perbaikan atau penggalian parit,” kata Andi kepada SIB saat di temui di Medan, Selasa (24/11).Ia sangat menyesalkan Dinas Bina Marga Medan yang selalu membuat proyek penggalian parit bahkan pembersihannya sangat lama dan berlarut-larut. “Pelaksanaan penggalian parit sudah selesai dikerjakan sementara tanah-tanah bekas galian lama dibersihkan, sehingga gampang menimbulkan sarang-sarang nyamuk . Bahkan bila hujan mengakibatkan tanah becek dan mengganggu aktivitas lalulintas pengguna jalan,”ujarnya.Menanggapi pemberitaan koran SIB sebelumnya, Andi meminta Dinas Kesehatan  tidak menunggu laporan dulu dari masyarakat baru bertindak melakukan fogging. “Kita juga  tidak tahu pasti mereka yang terkena DBD belum tentu terkena di lingkungan tempat dia tinggal saja, namun bisa jadi di lingkungan sekolahnya atau lingkungan kerjaannya. Sehingga pembersihan atau fogging bukan hanya diperlukan pada tempat-tempat yang dikatakan rawan sarang nyamuk saja. Jangan tunggu korban dulu , kasihan masyarakat itu. Saya rasa itu masih hak-hak yang umum dan pelaksanaannya tidak terlalu sulit  dikerjakan. Lebih baik mencegah daripada mengobati, ”katanya. (Dik-ECS/c)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Kanwil Ditjenpas Sumut Lakukan Sidak di Lapas Kelas I Tanjung Gusta

Medan Sekitarnya

Ketua PDI-P Sumut Ancam Pecat Kader Terbukti Kelola Operasional Dapur MBG

Medan Sekitarnya

Polres Sibolga Optimalkan Poskamling Garda Terdepan Harkamtibmas

Medan Sekitarnya

DPD PDI-P Sumut Serahkan 30 SK DPC Periode 2025–2030, Tiga Daerah Masih Proses verifikasi DPP

Medan Sekitarnya

Tim Blue Light Polres Simalungun Sisir Titik Rawan Aksi Premanisme

Medan Sekitarnya

Ringankan Beban Masyarakat dan Tekan Inflasi, Pemkab Humbahas Gelar Pasar Murah