Medan (SIB)- Ketua Komisi A DPRD Sumut Toni Togatorop, SE MM menegaskan, saat ini penyakit yang sangat menakutkan dan meresahkan masyarakat di daerah ini, menyangkut maraknya permainan juni, peredaran narkoba, premanisme serta kebrutalan geng motor, sehingga diharapkan BNN (Badan Narkotika Nasional) dan aparat Kepolisian untuk bertindak tegas membersihkannya dengan menggelar patroli secara kontiniu. “BNN dan Kepolisian kita minta benar-benar serius memberantas perjudian, narkoba, premanisme dan kebrutalan geng motor yang sedang merajalela di Sumut dengan menerjunkan personil yang handal dan profesional di sejumlah lokasi yang rawan terjadinya aksi-aksi perampokan dan kbrutalan geng motor,†ujar Toni Togatorop kepada wartawan, Kamis (26/11) di DPRD Sumut.Dari pengaduan masyarakat ke lembaga legislatif, keberadaan judi dan peredaran narkoba ini semakin lama kelihatannya semakin marak dan merambah ke pedesaan hingga lingkungan sekolah. Ini kemungkinan akibat lemahnya sejumlah institusi lain mengawasi wilayah pintu masuknya barang haram tersebut, sehingga narkoba sangat mudah didapatkan di setiap lingkungan.Politisi Partai Hanura Sumut ini juga menilai, maraknya narkoba masuk di Sumut juga tidak terlepas akibat maraknya orang asing yang bebas masuk tanpa penyaringan dan pengawasan secara ketat oleh instansi yang berwenang, sehingga, orang asing dikuatirkan bebas membawa barang-barang haram seperti layaknya di negara mereka sendiri."Untuk itu kita berharap kepada pemerintah agar segera mengkaji kebijakan yang menyangkut penambahan dan penempatan personil. Bahkan penambahan anggaran khususnya untuk BNN dan Kepolisian, serta sarana dan prasarana lainnya bagi para petugas di lapangan, agar para agen-agen serta mafia narkoba dapat terdeteksi secara dini,"sebutnya. Toni juga mengimbau BNN dan Kepolisisn semakin gencar dan rutin melakukan razia maupun penggrebekan di seluruh tempat hiburan, diskotik, hotel maupun lingkungan sekolah. "Ini penting sebagai deteksi dini untuk membendung generasi muda tidak terjebak dalam narkoba, yang kelihatannya semakin lama semakin mengganas," katanya.Antisipasi BegalPada kesempatan itu, Toni juga berharap kepada aparat kepolisian lebih gencar dalam memberantas aksi begal atau geng motor dan premanisme yang kini makin meresahkan masyarakat, karena aksi mereka semakin nekat dan tidak segan-segan membunuh korbannya, hanya untuk merampas harta milik korban, baik sepeda motor maupun barang berharga lainnya.“Kita menduga, maraknya aksi begal dan premanisme di lapangan juga tidak terlepas dari maraknya pemakaian narkoba di kalangan pemuda maupun remaja. Disini kita sangat berharap kepada aparat kepolisian, selain menindak tegas juga memberikan bimbingan dan antisipasi scara langsung ke masyarakat khususnya pemuda dan remaja tentang bahaya narkoba,†tandasnya.(A03/ r)