Medan (SIB)- Calon Wali Kota Medan Drs Dzulmi Eldin Msi menegaskan dirinya sebagai putra Melayu merasa bangga karena dalam dirinya mengalir darah Batak dari ibu yang mengandungnya yakni Boru Lubis. Darah Batak itulah yang diyakininya membuat dirinya mampu bertahan sebagai abdi negara (PNS) yang tak kenal menyerah, ulet, gigih dan selalu mengedepankan kebenaran."Saya bisa merasakan dalam diri saya ada semangat pantang menyerah, ulet dan menghormati orang-orang tua, jujur dan mengedepankan kebenaran. Saya tahu itu merupakan tipikal orang Batak dan saya bangga menjadi bagian dari orang Batak," kata Dzulmi Eldin saat melakukan pertemuan ramah tamah dengan tokoh Pomparan Guru Tatea Bulan, Senin (23/11) di Jalan Tembakau Raya Perumnas Simalingkar Medan.Hadir dalam pertemuan itu Ketua Umum Pomparan Tatea Bulan Drs ND Malau, AKBP Amir Malau, Ny Prof BH Pasaribu Br Hutagalung, RAY Sinambela, Ny Sinambela Br Pasaribu, Ama Pedo Malau, Drs Burhanuddin Rajagukguk, Ketua Generasi Muda Malau Raja Pardomuan Malau dan sejumlah warga Perumnas Simalingkar.Dengan kenyataan itulah, kata Eldin dalam dirinya tidak terlintas sedikit pun untuk memimpin Kota Medan dengan membeda-bedakan asal usul, suku, agama, kelompok tetapi membangun kebersamaan. Pluralisme adalah kekayaan dan harus dijaga bersama dan itulah yang menjadi modal membangun kota Medan. "Maka yang menjadi jargon pasangan nomor 1 Eldin-Akhyar adalah Medan Rumah Kita yang menunjukkan komitmen membangun Medan secara bersama-sama.Drs ND Malau dalam kesempatan itu menyatakan kesolidan Pomparan Tatea Bulan untuk memenangkan Eldin-Akhyar karena menurutnya Eldin adalah orang yang sederhana, rendah hati dan telah berpengalaman serta mengetahui persis apa yang dibutuhkan di Kota Medan. "Jadi untuk apa kita memilih orang yang tidak jelas kemampuannya jika ada yang telah terbukti nyata mampu," tegas ND Malau.(A6/c)