Merasa Didiskriminasi, FKGS Percayakan Nasib Guru ke Ramadhan Pohan

* Di Medan Dana Sertifikasi Keluar Enam Bulan Sekali, Harusnya Tiga Bulan Sekali
- Selasa, 01 Desember 2015 10:56 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/12/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB)- Pengurus Forum Komunikasi Guru Sumatera Utara (FKGS) mendatangi Posko Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Ramadhan Pohan - Eddie Kusuma (REDI) di Jalan Gajah Mada Medan, Senin (30/11), untuk memberikan dukungan dan berdialog dengan Ramadhan Pohan. Menurut mereka, Ramadhan Pohan bisa memberikan perubahan bagi dunia pendidikan di Medan.Ketua FKGS Marudut Siringo-ringo, mengatakan selama ini guru di Medan didiskriminasi dengan kebijakan pemerintah yang memberatkan profesi guru. Dia juga mengatakan, selama ini pemerintah tidak membuat fit and proper test untuk memilih siapa pejabat berkualitas yang tepat untuk mengisi jabatan di Pemko Medan. "Harus ada fit and proper test bagi Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah. Selama ini tidak pernah ada tes kelayakan. Mana yang punya uang, itu yang bisa mendapat jabatan," ungkap Marudut didampingi Sekretaris FKGS Abdi Muskarya.Marudut berharap pemerintah tidak lagi mendiskriminasi profesi guru di Medan. Menurutnya, guru juga butuh perhatian dari pemerintah. "Pemerintah harus meningkatkan kesejahteraan guru negeri dan swasta. Jangan lagi ada diskriminasi. Dana sertifikasi saja hingga sekarang belum keluar. Harusnya dana sertifikasi keluar tiga bulan sekali, tapi di Medan sertifikasi keluar enam bulan sekali. Sedangkan tunjangan gaji untuk guru negeri harus sama dengan pegawai negeri lainnya," ujar Marudut.Sementara, Abdi Muskarya mengatakan atas banyaknya permasalahan pendidikan di Medan, FKGS berharap Ramadhan bisa membawa perubahan dalam dunia pendidikan di Medan. "Untuk mengurus administrasi guru di Medan harus bayar. Kami ke sini untuk memberikan dukungan agar Pak Ramadhan bisa membuat perubahan pendidikan di Medan. Kami percayakan nasib guru ke Pak Ramadhan," pungkas Abdi.Menanggapi itu,  Ramadhan Pohan memastikan akan membuat lelang jabatan untuk mengisi jabatan Kepala Dinas maupun jabatan lainnya di Kota Medan bila terpilih nantinya. "Kita akan buat lelang jabatan tanpa mahar sepeser pun. Dalam lelang jabatan, akan ada fit and proper test. Yang menentukan kualitas orang untuk menduduki posisi di Pemko Medan. Kalau pejabatnya jujur dan bersih, saya yakin tidak ada lagi pelanggaran," tegasnya. Dia juga mengatakan akan memperjuangkan nasib guru di Medan. "Kita harus menghormati guru. Jangan sampai guru didiskriminasi. Tingkat kesejahteraan guru juga harus ditingkatkan agar mereka nyaman dalam memberikan pendidikan ke siswa," pungkas Ramadhan. (A18/f)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Ekspor Sumut Januari 2026 Tembus 1,007 Miliar Dolar AS

Medan Sekitarnya

Viral, Rombongan Bupati Deliserdang Dicegat Warga Protes Jalan Rusak di STM Hulu

Medan Sekitarnya

Sidang Korupsi Video Profil Desa di PN Medan Diskors, Aktivis Soroti Dugaan Intervensi

Medan Sekitarnya

Tim Gabungan TNI-Polri Tertibkan PETI di Madina, 6 Excavator dan 6 Pekerja Diamankan

Medan Sekitarnya

Safari Ramadan, Pemko Tebingtinggi Serap Aspirasi Warga dan Santuni Anak Yatim

Medan Sekitarnya

Perkuat Silaturahmi, PDIP Medan Sambangi Lima Kecamatan di Bulan Ramadan