Medan (SIB)- Sebanyak 426 sekolah yang tersebar di 14 kabupaten/kota di Sumut siap menyelenggarakan pendidikan inklusif dalam rangka mendukung Sumut sebagai provinsi inklusif. Komitmen bersama mewujudkan provinsi inklusif akan dilaksanakan dalam acara deklarasi pada 16 Desember 2015 mendatang.Demikian terungkap dalam pertemuan Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan Inklusif Sumut dengan Sekda Provsu Hasban Ritonga, Selasa (1/12) di ruang kerja Sekdaprovsu Lt. 9 Kantor Gubsu.Hadir pada kesempatan tersebut Kabid Pendidikan Dasar dan PKLK Dinas Pendidikan Sumut yang merupakan Ketua Pokja Pendidikan Sumut Erni Mulatsih, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Masri dan beberapa Kepala SLB di Kota Medan, Kordinator Provinsi Sumatera USAID Prioritas Agus Marwan dan Communication Spesialis Felix Hutasoit.Menanggapi rencana itu, Hasban Ritonga mengharapkan semua pihak dapat mendukung dan berkomitmen mewujudkan pendidikan inklusif. Karena pendidikan inklusif menjadi tonggak lahirnya paradigma pendidikan yang menghargai perbedaan.Sekolah, kata dia, harus lebih terbuka, ramah anak dan tidak diskriminatif. “Sekolah inklusif adalah sistem pendidikan terbuka yang mengakomodasi semua kebutuhan sesuai kondisi masing-masing anak,†katanya.Hal ini bisa terwujud lanjut dia, tentunya harus dengan dukungan semua pihak. Bukan hanya instansi terkait dunia pendidikan, tetapi juga dari seluruh masyarakat Sumut. Pemprovsu sangat mengapresiasi program pendidikan inklusif tersebut.Kabid Pendidikan Dasar dan PKLK Dinas Pendidikan Sumut yang merupakan Ketua Pokja Pendidikan Sumut Erni Mulatsih mengatakan, tujuan beraudiensi kepada Sekdaprovsu untuk melaporkan bahwa Pokja Pendidikan Inklusif Sumut telah terbentuk sesuai Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/514/KPTS/2015 tanggal 22 Oktober 2015 tentang Kelompok Kerja Pendidikan Inklusif di Sumut.Disampaikannya, untuk mewujudkan Sumut sebagai provinsi yang inklusif pihaknya mengklaim telah melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti pelatihan kepada guru-guru untuk nantinya sebagai pendamping pendidikan inklusif dan telah merangkul berbagai pihak seperti USAID Prioritas. “Kini sudah ada sejumlah sekolah calon penyelenggara pendidikan inklusif yang terdiri dari 232 SD, 130 SMP, 54 SMA dan 10 SMK di 14 kabupaten/kota di Sumut. Ditambah 15 kabupaten/kota mitra USAID PRIORITAS (satu kabupaten masing-masing 5-10 sekolah),†kata Erni Mulatsih. (A14/q)