Medan (SIB)- Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan tercatat 153 pasien dan keluarga pasien yang merupakan warga Medan yang berhak memilih dalam Pilkada. Namun, pada hari pencoblosan hanya 22 orang yang menggunakan hak suaranya.Hal itu disampaikan Kasubag Humas dan Hukum RSUP dr Pirngadi Medan Edison Peranginangin kepada wartawan, Rabu (9/12). Katanya, dari 22 orang tersebut 13 pasien dan 2 keluarga pasien memilih di rumah sakit, dan 7 orang memilih di TPS terdekat yang disediakan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Medan Timur."Sebelumnya, kami telah mencatat ada 153 pasien dan keluarganya yang punya hak suara di sini dan juga sudah mengumumkan serta menghimbau kepada mereka untuk membawa formulir A5 saat pencoblosan. Tapi yang menggunakan hak suaranya hanya 22 orang. Kami tidak bisa pastikan apakah mereka (keluarga pasien) mencoblos dengan pulang ke rumahnya masing-masing atau golput. Kalau dari 153 itu berapa pasien dan keluarga pasien belum dapat datanya,†ujar Edison.“Pantauan SIB, TPS berjalan langsung ke ruangan pasien mulai dari pukul 12.00 WIB. Pasien yang mencoblos ada di Ruang Rawat Inap Flamboyan, Anggrek, Mawar dan Dahlia. Didampingi Kasubag Hukum dan Humas RS, petugas TPS yaitu Ketua PPK Medan Timur, KPPS, Saksi dan Panwaslih.Salah seorang pasien Afdal Hadi Matondang mengatakan tetap memilih meski dalam keadaan sakit, karena dengan satu suara sangat penting untuk keberlangsungan Kota Medan kedepannya. “Harapannya, siapapun yang memimpin, agar lebih baik lagi dalam segala hal ke depannya,“ ujar pasien yang dirawat di ruang Anggrek itu.Sementara, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Medan Timur, OK Riski Amrustian menambahkan, ada 6000-an pemilih di Medan Timur. Sementara di Pirngadi hanya ada 153 orang dan disampaikan hanya ada 18 pasien yang menyatakan ikut memilih.“Kami sudah melakukan kordinasi sejak awal Desember dengan pihak rumah sakit, khususnya di RS Pirngadi. Peraturan ini ada dalam aturan PKPU nomor 10. Estimasi memang ada 153 orang, namun hanya ada 10 pasien yang memakai suaranya dan ada 8 keluarga pasien memilih di TPS Kelurahan Sidodadi,†katanya.Meski dalam kondisi sakit, tak mengurungkan niat Gumun (74), pasien patah tulang Rumah Sakit Adam Malik ini untuk menyalurkan hak suaranya dalam Pilkada kota Medan 9 Desember 2015.Penderita patah tulang yang bekerja sebagai petani ini mengakui bahwa ia ingin memilih pemimpin Kota Medan sesuai hati nuraninya. Dia berharap, yang terpilih bisa memimpin Medan ke arah yang lebih baik lagi.“Harapan kami pertama pembangunann daerah itu diutamakan dengan membangun infrastuktur yang memadai, kemudian kami rindu taman kota yang indah, terus supaya masyarakat benar-benar dibina sehingga lebih maju lagi†ujar warga kelurahan Ladang Bambu, Medan Tuntungan tersebut.Dirawat inap sejak satu minggu yang lalu di Adam Malik, Gumun di datangi oleh Petugas TPS 05 Kelurahan K Tani, Medan Tuntungan untuk memberikan hak suaranya. Dia beserta pasien lainya melakukan pencoblosan di ruangan Rindu B RS Adam Malik. Menurut Muhammad Rawi Ketua PPK Kecamatan Medan Tuntungan didampingi Mislan SE MM Kabag Umum RS Adam Malik dan Jetromen Malau SE MM, TPS 05 selain melayani pemungutan suara untuk warga sekitar Rumah Sakit Adam Malik juga melayani pasien dan para petugas rumah sakit yang ingin menyalurkan hak suaranya.“Untuk pasien jika mereka ingin memilih harus memiliki A5 jika tidak punya bisa juga dengan menunjukkan bukti KTP sebagai warga Medan†ujarnya Berdasarkan informasi dari petugas di lapangan menyebutkan bahwa DPT di TPS 5 tersebut berjumlah 544 orang, namun yang milih hanya 128 orang .Unggul di wilayah tersebut pasangan nomor urut 1 Dzulmi Eldin- Ahyar Nasution. (A21/DIK-DH/c)