Medan (SIB)- Perayaan Natal keluarga besar PDI Perjuangan Kota Medan berlangsung hikmat di Gedung Alpha Omega, Jalan Diponegoro Medan, Minggu (6/ 12) malam dengan thema "Telah Datang Raja Damai (Yesaya 9.5)" dan sub thema "Dengan suka cita Natal kita sambut hadirnya sang Raja Damai untuk mempersatukan umatnya dan kembali ke jalan yang benar". Pdt Januari AP Sirait MTh mengatakan telah datang raja damai. Artinya, perdamaian dibawa raja damai yang tentunya dipenuhi kasih dalam Yesus Kristus. "Ketika kita telah damai dengan Allah, kita telah menjadi anak-anak Allah. Apa yang dilakukan Yesus dalam perdamaian itu, Ia mengorbankan diriNya," kata Januari dalam khotbahnya. Dikatakannya, PDI Perjuangan dapat membawa perdamaian melalui demokrasi. "Presiden saat ini, Jokowi dari kader PDI Perjuangan. Pemerintahan dipimpin oleh Jokowi diminta lebih memperjuangkan hak-hak rakyat, baik di mata hukum dan lainnya," ujarnya. Hak rakyat tersebut benarbenar diperjuangkan oleh pemerintah, katanya, PDI Perjuangan sudah membawa damai. "Walaupun kekuasaan itu telah dicapai, PDI Perjuangan diharapkan menjadi partai yang damai dalam demokrasi," harapnya. Sebelumnya, acara dimeriahkan oleh koor Permata GBKP, Bena Meriah Medan Tuntungan, pujian solo dari Imelda boru Napitupulu, pujian dari Ocha Mama Mia, koor Concerto Kota Medan, koor Ama Immanuel GKPI Menteng Indah, pujian solo dari Yedit, koor seksi Bapa GKPS Kampung Durian, koor persekutuan Amos HKBP Pabrik Tenun dan liturgi ragam bahasa. Sementara, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan Hasyim SE dalam kata sambutannya mengatakan thema ini sangat relevan menyelesaikan permasalahan Bangsa Indonesia yang sedang dialami saat ini. "Jalan yang benar ialah kembali kepada tujuan Indonesia merdeka yakni, melindungi segenap bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Mencerdaskan kehidupan bangsa, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," kata Hasyim dengan mengakhiri mengucapkan Selamat Hari Natal. Sementara, itu Wakil Ketua Efendi Panjaitan mengatakan manusia bersyukur karena Yesus datang membawa damai. "Kenapa harus membawa damai, karena dulunya ada kekacauan di dunia. Kenapa kacau, karena tidak ada keadilan yang disebabkan penyalahgunaan kekuasaan," ungkap Ketua Komisi E DPRDSU ini. Ketidakadilan itu dapat dilihat di Indonesia, telah terjadi diskriminasi, agama, sumber daya alam, kemiskinan, dan lainnya. Oleh karena itu, apa yang dikatakan Jokowi tentang revolusi mental sangat sesuai dengan konteks dengan thema perayaan ini. "Artinya, rakyat dipakai untuk menegakkan keadilan dan tidak menggunakan keadilan dengan semena- mena," harapnya. Usai acara perayaan Natal, keluarga besar PDI Perjuangan Kota Medan memberikan bingkisan kepada salah satu panti asuhan di Kota Medan, lucky draw dan makan malam bersama. Acara itu dihadiri Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sastra , Edward Hutabarat, Paul Mei Anton Simanjuntak, Daniel Pinem anggota DPRD Medan dari FPDI-P, Augus Napitupulu anggota DPRDSU dari FPDI-P, ketua acara Natal Hara Situmeang, Sekretaris Tiurma Silalahi SH, dan Bendahara Boydo HK Panjaitan SE serta tokoh masyarakat Kota Medan Ir Akhyar Nasution. (A21/c)