Medan (SIB)- Kalangan warga Kristiani di Kota Medan menyesalkan penyelenggaraan Christmas Season Tahun 2015 yang tergolong sepi pengunjung sejak dibuka Pj Wali Kota Randiman Tarigan pada Jumat (11/12) kemarin. Sepinya kegiatan yang berlangsung lima hari itu diduga akibat minimnya bahkan minus sosialisasi terutama melalui pemberitaan media massa.Bahkan banyak warga yang mengetahui ada Christmas Season ketika tanpa sengaja melintas di sekitar Stadion Teladan Jalan DR GM Panggabean, Kecamatan Medan Kota. "Kita baru tahu ternyata ada juga Christmas Season tahun ini, semalam kebetulan lewat di Stadion Teladan kelihatan ada panggung terpasang," kata tokoh pemuda Jalan Sisingamangaraja Medan Lambok Hutagalung saat berbincang-bincang dengan warga lainnya di Warung Sitorus di Jalan Teladan, Kecamatan Medan Kota, Minggu (13/12).Tokoh pemuda lainnya, Hotman Sinaga kepada redaktur SIB yang kebetulan ikut nongkrong di warung tersebut mengaku sependapat dengan Hutagalung. Hotman juga yakin banyak sekali umat Kristiani di Kota Medan yang tidak tahu ada Christmas Season, terutama warga yang tinggalnya jauh dari Stadion Teladan. "Sayangkali biaya yang dikeluarkan dengan anggaran cukup besar berlalu begitu saja tanpa banyak umat Kristen yang melihat atau menikmatinya. Datang melihat saja pun belum tentu menikmati, apalagi tidak tahu sama sekali kan menjadi sia-sia kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Pemko Medan itu," ujar Hotman Sinaga.Rikson Sibuea salah satu pengusaha yang bermukim di Jalan Pelangi dan Tony Lumbangaol warga Jalan Sempurna Medan dan David Pernando Nababan warga Jalan Pelajar yang rumah mereka umumnya tidak jauh dari Stadion Teladan juga mengaku mengetahui Christmas Season Tahun 2015 digelar karena sering lewat di sekitar Stadion Teladan. "Kita selaku warga Kristen sangat berterima-kasih dan mengapresiasi Pemko sejak dipimpin Wali Kota Abdillah atas penyelenggaraan Christmas Season itu sebagai ajang hiburan, pertemuan silaturahmi dan ibadah masyarakat Kristiani agar perayaan Natal dan Tahun Baru setiap tahun lebih semarak. Tapi hendaknya siapapun penyelenggaraannya hendaknya bertanggung-jawab mengupayakan acara itu sebisanya dihadiri ribuan umat Kristen. Lebih bagus lagi umat Kristen dari pinggiran Medan seperti Binjai dan Deliserdang juga bisa datang ikut menikmatinya. Janganlah sepele tidak melakukan pemberitaan secara gencar. Penyelenggaraan dan Pemko hendaknya jangan hanya menyelenggarakan itu hanya seperti kerja lepas rodi, yang penting terlaksana. Untuk apa digelar acara kalau pengunjungnya hanya sedikit, hanya panitia dan Pemko saja yang terlibat itu kan ironis dan tidak efisien," tegas Rikson Sibuea. (R15/q)