Medan (SIB)- Pj Wali Kota Medan Drs Randiman Tarigan mengorek parit di Jalan Pelita VI Kelurahan Tegalrejo Medan Perjuangan, Minggu (13/12). Pengorekan parit ini dilakukan saat memimpin gotong royong massal di Medan Perjuangan, ini dihadiri Kadis Bina Marga Ir Kahirul Syahnan, Camat Medan Perjuangan Dedi Jaminsyah Putra Harahap dan sejumlah pimpinan SKPD jajaran Pemko Medan.Sasaran gotong royong ini adalah pengorekan drainase kedua sisi jalan sepanjang Jalan Pelita VI dimulai dari Asrama Gelugur Hong sampai Jalan Rakyat. Selain menggunakan alat berat dari Dinas Bina Marga Kota Medan seperti mobil penyedot lumpur, beko juga dengan tenaga manual manusia karena kondisi drainase atasnya dicor semen selain itu juga sejumlah bangunan berdiri diatas drainase.Keluhan masyarakat di kawasan Jalan Pelita VI ini selalu digenangi air yang bila hujan setengah jam saja air meluap dari drainase menggenangi lingkungan rumah warga, karena selain dangkal, drainase juga mampet.Randiman Tarigan yang melihat kondisi tersebut langsung turun melakukan pengorekan bersama warga setempat. Dia berharap pengorekan drainase Jalan Pelita VI tuntas agar masyarakat yang selama ini terbebani dengan banjir dapat lega.“Kita melihat dimana permasalahannya mengapa bisa terjadi genangan air, kita lakukan pengorekan, selain itu drainase akan ditembuskan ke Jalan Rakyat sehingga pembuangannya sampai ke Sungai Sulang Saling Sei Kera,†ujar Randiman.Sebelum ke lapangan, massa yang ikut gotong royong diberikan pengarahan oleh PJ Wali Kota Medan. Dia meminta agar personil bekerja dengan iklas dan semangat karena kerja ini adalah ibadah dan memberikan manfaat kepada masyarakat. PERBANYAK BANGUN DRAINASEPemko Medan memperbanyak pembangunan drainase di wilayah yang kerap dilanda banjir terutama di musim penghujan akibat minimnya saluran pembuangan air, seperti di Simpang Selayang Medan Tuntungan.Pj Wali Kota Medan Randiman Tarigan, Sabtu, mengatakan, wilayah Simpang Selayang Medan Tuntungan itu selalu menjadi langganan banjir, akibatnya warga selalu merasa waswas terutama saat musim penghujan.Meski di wilayah itu ada drainase, namun keberadaannya masih kurang maksimal dan tidak mampu menampung air. Jadi, solusinya akan dibangun drainase tambahan yang ujung pembuangannya nantinya diteruskan ke sungai."Nanti kita lihat bersama setelah kita jebol drainase ini tembus ke tali air. Kita bisa lihat satu jam bagaimana kondisi drainase dan aliran air tersebut. Tambahan pembangunan drainase itu mudah-mudahan dapat mengantisipasi banjir," katanya, saat gotong royong massal bersama warga di kawasan Simpang Selayang.Menurut dia, gotong royong dan pembuatan drainase itu untuk mengurangi beban masyarakat seputar Jalan Anggrek Raya, Medan Tuntungan yang selama ini kerap dihantui oleh banjir setiap musim hujan."Saya instruksikan semua camat agar melakukan gotong royong setiap minggu, ajak masyarakat dan jangan bosan-bosannya sosialisasikan, imbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan tidak membuang sampah sembarangan apalagi ke dalam drainase maupun sungai," katanya.Camat Medan Tuntungan Glora Putra Ginting mengatakan, dulu wilayahnya itu merupakan hamparan sawah, seiring berjalannya waktu wilayah itu mulai ditempati oleh masyarakat sampai saat ini.Parit di ujung sebagai tempat pembuangan air dahulunya merupakan tali air persawahan dan meski ada drainase yang merupakan drainase swadaya masyarakat, kondisi tidak maksimal untuk menampung pembuangan air. (Rel/R5/Ant/d)