Imlek Diwarnai Guyuran Hujan, Medan Dikepung Banjir

- Selasa, 09 Februari 2016 10:56 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir022016/hariansib_Imlek-Diwarnai-Guyuran-Hujan--Medan-Dikepung-Banjir.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Sahat Pasaribu)
Hujan deras yang melanda kota Medan dan sekitarnya Minggu malam hingga Senin, membuat ratusan rumah dan badan jalan tergenang air.

Medan (SIB)- Perayaan Tahun Baru Imlek di Medan diwarnai guyuran hujan sejak Minggu (7/2) malam hingga Senin malam. Curah hujan yang begitu tinggi menyebabkan Medan dikepung banjir.

Berdasarkan pantauan SIB, Senin (8/2) di sekitar DAS (Daerah Aliran Sungai) di Jalan Sei Mencirim Desa Payageli, Kecamatan Sunggal, Deliserdang air mencapai satu meter.

Selain merendam pemukiman warga, dua orang warga dikabarkan terseret arus sungai yang meluap.

Salah seorang warga, Fahri (37) mengatakan, tingginya permukaan air hingga mencapai satu meter tersebut terjadi pada pagi hari. “Beginilah kondisinya. 

Kalau hujan turun deras di sini pasti banjir. Itu sudah langganan. Apalagi sungai Belawan saat ini meluap dan menggenangi rumah warga,” tegasnya.

Menurutnya, luapan air yang berasal dari sungai Tarzan yang merupakan anak sungai Belawan akibat tingginya curah hujan yang terjadi selama berjam-jam dan membuat warga sekitar terpaksa mengungsi karena rumahnya terendam air. Bahkan dikabarkan dua warga hanyut terseret arus sungai. Puluhan kendaraan bermotor baik roda dua dan roda 4 juga ikut terendam air.

“Informasinya dua orang warga yang sempat hanyut terseret arus sungai itu sudah ditemukan oleh tim SAR yang saat ini masih berada di lokasi,” pungkasnya.

Sementara itu Wakapolsek Sunggal AKP Trilla Murni  kepada wartawan mengatakan pihaknya bersama Tim SAR masih berada di lokasi dan berupaya mengevakuasi warga yang masih terjebak.

“Tim SAR sudah menemukan dua warga yang sempat hanyut dan saat ini banjir sudah mulai berangsur-angsur surut,” ungkapnya.

Capai 2 Meter

Banjir juga menyebabkan beberapa kelurahan di Kecamatan Medan Maimon terendam banjir sejak pukul 07.00 WIB.

Menurut penuturan warga  setempat, Amin, air sungai Deli meluap mencapai puncaknya pada pukul 7 pagi dengan mencapai ketinggian 2 meter menggenangi rumah warga yang berada dekat dengan sungai Deli. Hingga sore belum ada tanda-tanda penyusutan air sungai. “Dari bibir sungai Deli hingga pemukiman warga mencapai jarak 200 meter air merendam rumah warga, di lingkungan Bidan VIII dan IX Medan Maimon, terdapat sekitar 500 KK yang rumahnya terendam banjir,” ujar Amin.

Dia juga menerangkan, ada beberapa daerah yang terendam air di Kecamatan Medan Maimon seperti Kampung Baru, Sungai Mati, Kampung Aur dan Kelurahan Jati.

Sementara itu Iwa, warga kelurahan Sungai Mati mengatakan, hingga sore hari belum ada pihak terkait yang datang untuk melakukan pendataan bagi mereka.

“Belum ada yang datang kesini untuk menjenguk kami,” ungkapnya sehingga beberapa dari warga berinisiatif untuk membuat posko sementara dan meminta sumbangan bagi kenderaan yang melintas di wilayah tersebut untuk keperluan penanggulangan banjir dan berjaga-jaga.

Imlek, Sejumlah Ruas Jalan di Medan Tergenang

Di Jl Padang Golf Medan Polonia, tepatnya di persimpangan Jalan SMA Negeri 2 yang berada sekitar Central Busines Distrik Polonia tergenang hingga menyulitkan pengendara yang melintas di kawasan ini.

Khususnya para pengendara sepedamotor beberapa diantaranya mengalami mogok saat terjebak dalam air.

Di Jalan Karya Jaya, sejumlah cabang pohon penghijauan tumbang ke arah badan jalan, namun langsung dibersihkan petugas dan warga agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Jalan Jawa Medan, persisnya di depan Polsekta Medan Timur dan pintu masuk Center Point banjir dengan ketinggian selutut orang dewasa.

Lokasi, lokasi yang biasa dipadati pengunjung yang menggunakan jasa kereta api jurusan Medan - Kualanamu itu, saluran air atau parit di kawasan itu kurang berfungsi sehingga air meluber ke jalan hingga mengakibatkan sejumlah kendaraan mogok di tengah jalan.

Pengguna jalan terpaksa mengalihkan perjalanan karena air yang tergenang cukup tinggi.

A Chen warga kawasan Sambu mengaku kondisi banjir bila hujan turun, Jalan Jawa sudah menjadi langganan.

Genangan air setinggi lutut orang dewasa juga terjadi di Jalan Letda Sujono mengakibatkan kemacetan panjang kendaraan. 

Anak-anak ada yang memanfaatkan situasi dengan bermain meski airnya kotor. 

Dampak negatif akibat banjir itu juga dialami pedagang yang barang dagangannya tak laku akibat basah. 

Di Jalan Mandala By Pass, Jalan Pukat 1 hingga Pukat 5 genangan air juga terlihat menggenangi rumah-rumah warga.

proyek drainase tiap tahun

Pantauan SIB di lokasi terpisah, banjir yang lebih meluas terlihat di Jalan Jamin Ginting, Jalan Menteng 7, Jalan Gaperta Helvetia, Jalan Dr Mansur, Jalan HM Jhoni Kecamatan Medan Kota  dan lainnya. Akibatnya, arus lalulintas menjadi macet.

Pantauan wartawan di beberapa titik tersebut, banyak pengendara yang memilih memarkirkan kendaraan karena sulitnya melalui jalan yang menyerupai danau. Bahkan sejumlah kendaraan yang berusaha menerjang banjir terperangkap sampai mogok.

Tak hanya bagi pengendara, keadaan tersebut juga sangat berbahaya bagi warga pejalan kaki, terutama anak–anak. Dikarenakan, besarnya volume air berpotensi menghanyutkan.

Elmar Pasaribu seorang warga yang juga alumni Gerakan Mahasiswa Batak Toba (GMBT) ITM mengeluhkan keadaan tersebut. Ia menilai, genangan air yang seketika menyerupai danau itu disebabkan tidak berfungsinya parit-parit meskipun  setiap tahun dilakukan proyek pembetonan dan penggalian parit di setiap kecamatan.

Marelan dan Medan Labuhan Tergenang

Guyuran hujan juga membuat ruas dan sebagian badan jalan di kawasan Jalan Marelan Raya, Jalan Kapten Rahmad Buddi, Jalan Pasar 3 Barat Marelan serta di Kecamatan Medan Labuhan tergenang air.

Kondisi tersebut mengakibatkan setiap pengendara berbagai jenis kendaraan bermotor terpaksa ekstra hati-hati melintasi genangan air, agar tidak terjebak pada lubang atau ruas dan badan jalan yang rusak.

Genangan air hujan yang kerap terjadi di kawasan Jalan Marelan Raya sekitarnya, maupun Jalan Titi Pahlawan Medan Labuhan akibat tidak berfungsinya drainase.

Bahkan di kawasan Jalan Pasar 3 Barat, walaupun drainasenya baru-baru ini telah dibenahi oleh instansi terkait tetapi ketika hujan mengguyur ruas dan badan jalan masih tergenang. (Tim/q)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Golkar Sumut Resmi Buka Penjaringan Bakal Calon Ketua DPD Jelang Musda XI

Medan Sekitarnya

Ilhamsyah Nilai Andar Amin Harahap Figur Tepat Pimpin Golkar Sumut

Medan Sekitarnya

RS Adam Malik Klarifikasi Kasus Bayi Meninggal Terkait Klaim UHC

Medan Sekitarnya

Pasca Jadi Tersangka, Kadis Koperasi dan UKM Sumut Jarang Masuk Kantor

Medan Sekitarnya

Mobil AWC Brimob Polda Sumut Dikerahkan Padamkan Kebakaran Hebat di Pabrik Swallow

Medan Sekitarnya

Kebakaran Pabrik Sandal Swallow di Medan Deli Belum Padam hingga Rabu Siang