Kongres Umat Islam Indonesia Songsong Kemajuan Ekonomi Umat

Redaksi - Jumat, 14 Februari 2020 20:58 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_2804_Kongres-Umat-Islam-Indonesia-Songsong-Kemajuan-Ekonomi-Umat.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Foto: Istimewa
PELANTIKAN: Ketum Fatayat NU Anggia Ermarini (ketiga dari kiri), Dubes Husnan Bey Fananie (kanan) saat pelantikan PCI Fatayat NU Azerbaijan. 

Jakarta (SIB)

Wakil Ketua Panitia Pengarah Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-7 2020, Noor Ahmad, menuturkan, KUII tahun ini tentu berbeda dengan kongres yang digelar lima tahun lalu. KUII kali ini akan mempertajam strategi untuk diimplementasikan dalam menyongsong kemajuan umat Islam Indonesia.

Salah satu bidang yang mendapat sorotan adalah ekonomi. Noor menyadari, KUII ke-6 pada 2015 di Yogyakarta waktu itu hanya memuat konsep besar terkait pengembangan ekonomi umat. Dia mengakui konsep tersebut belum mendalam dan belum dilaksanakan secara maksimal.

"Meski konsepnya (pada KUII ke-6) sudah ada misalnya kerjasama antara pengusaha besar dan Usaha Kecil dan Mikro, tapi belum dilaksanakan dengan baik. Maka kita pertegas sekarang ini (pada KUII ke-7), khususnya agar bantuan terhadap Usaha Kecil dan Mikro (UKM) bisa merata," kata dia, Selasa (11/2).

Menurut Noor, KUII ke-7 secara spesifik membicarakan penguatan ekonomi umat Islam yang berkaitan dengan kebijakan Omnibus Law. Dia mengatakan ini momen yang tepat untuk menumbuhkembangkan UKM. Sebab, jangan sampai ekonomi kelas bawah itu kehabisan pasar dan modal.

Untuk itu, lanjut Noor, diperlukan upaya menciptakan pasar dan modal untuk masyarakat dengan ekonomi rendah. Selain itu, juga dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas yang dapat mendampingi kalangan ekonomi rendah sehingga bisa menjadi masyarakat yang unggul dan berkualitas.

"Jadi bagaimana strategi penguatan modal dan pasar. Pasar ini harus tercipta. Tak masuk akal pasar bisa tercipta oleh para pelaku UKM tanpa ada diskresi atau kebijakan. Maka dibutuhkan kebijakan baru untuk membuka pasar yang seluas-luasnya," katanya.

Noor menambahkan, fokus KUII ke-7 pada bidang ekonomi adalah pemerataan dan keadilan. Dia mewanti-wanti jangan sampai ekonomi itu mengarah pada kapitalistik. Selama ini ekonomi masih berkutat di kalangan orang-orang tertentu saja. Sehingga harus ada strategi agar terjadi pemerataan ekonomi.

Filantropi Islam, lanjut Noor, bisa menjadi alternatif solusi untuk memeratakan ekonomi. Di tengah kedermawanan umat Islam yang kian meningkat, filantropi punya peluang besar untuk berkontribusi mendorong perekonomian umat Islam Indonesia.

Dunia perbankan pun harus berperan menumbuhkan UKM dengan menyalurkan modal. Noor mengakui, selama ini perbankan terbilang ragu dan khawatir jika menggelontorkan modal untuk kalangan UKM. Karena itu, menurut dia, perlu ada strategi agar perbankan tidak ragu lagi menggelontorkan dana ke mereka.

"Ini harapan kita di KUII sekarang, supaya bank itu tidak ketakutan (menyalurkan modal ke UKM). Harus dipertegas, jangan sampai hanya kamuflase," tutur dia.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana KUII ke-7 Muhammad Zaitun Rasmin memaparkan, persiapan penyelenggaraan acara kini sudah makin matang. Materi-materi yang sudah dibahas melalui proses uji sahih telah mencapai 95 persen.

"Uji sahih tadi (Selasa 11/2) itu materi politik. Ini sudah selesai, nanti kami pada hari Jumat mau melakukan penyelesaian berupa editing dan pencetakan untuk bahan-bahannya," ucapnya.

Zaitun menambahkan, sebagian tamu yang akan hadir dalam Kongres sudah dilayangkan surat undangan. Beberapa di antaranya ada yang telah mengonfirmasi kehadirannya, beberapa lainnya masih belum. Dia mengatakan, seluruh Ormas Islam ahlusunnah wal jamaah, dan partai politik yang duduk di parlemen, akan turut diundang. (Rep/d)

Berita Terkait

Mimbar Agama Islam

Pemko Medan Bantah Larang Jualan Daging Non Halal, M Sofyan: Menata Usaha Agar Tertib

Mimbar Agama Islam

IGD Tetap 24 Jam, RSU Haji Medan Atur Jadwal Rawat Jalan Saat Ramadan

Mimbar Agama Islam

Antisipasi Penyakit Masyarakat saat Ramadan, Polres Tanah Karo Amankan 10 Orang dari Rumah Kost

Mimbar Agama Islam

DPD Kombat Deliserdang Bagikan Ratusan Paket Takjil di Sunggal

Mimbar Agama Islam

Pemkab Tapteng Salurkan 94 Ribu Kilogram Benih Padi ke Petani Pascabencana

Mimbar Agama Islam

Terlibat Kasus Ganja, 3 Pria Diamankan Polisi