Syekh Ali Jaber dan Mimpi Besarnya Cetak Generasi Qur’ani

Redaksi - Jumat, 15 Januari 2021 11:07 WIB
Foto: NU Online/Aryudi A Razaq
Syekh Ali Jaber (dua dari kiri) saat berada di Jember untuk acara dakwah. 

Jakarta (SIB)

Syekh Ali Jaber telah pulang ke pangkuan Allah, Kamis (14/1) pagi, di RS Yarsi Jakarta. Menurut juru bicara Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurahman al-Habsy, kondisi pendakwah bernama lengkap Ali Saleh Muhammad Ali Jaber itu cukup stabil dalam seminggu terakhir saat perawatan medis di rumah sakit tersebut.

“Tapi qadarullah (kuasa Allah) tadi malam ada informasi kondisinya menurun. Kita doakan beliau, dan sekitar jam 8.30 Allah memanggilnya untuk berjumpa Allah,” ucapnya dalam wawancara di salah satu TV swasta nasional, Kamis (14/1).

Menurutnya, Syekh Ali Jaber adalah sosok yang selalu menekankan pentingnya dakwah santun, baik, dan bernuansa rahmatan lil alamin. Dikatakannya, Syekh Ali Jabir menjalankan dakwah dengan dua dimensi, yaitu dakwah bilhal dan dakwah billisan. Dakwah bilhal konteksnya dengan perilaku dan hubungan sosial dengan masyarakat.

“Jadi dakwah tidak hanya lewat kata-kata (billisan) tapi juga berusaha secara sosial. Benar-benar terjun di masyarakat dan berbuat sesuatu yang baik,” ucapnya.

Dalam pandangan Habib al-Habsy, Syekh Ali Jaber adalah sosok yang sederhana dan mudah bergaul dengan siapa saja. Rumahnya yang saat ini ditempati masih berstatus kontrak. Dan semua yang beliau dapat dari umat dikembalikan kepada umat.

“Yang beliau pikirkan adalah bagaimana untuk mendidik umat yang Qur’ani. Sebab, kata beliau, kalau umat Islam akrab dengan Qur’an maka insyaallah hidupnya pasti bernuansa akhlak, karakternya pasti bagus karena Al-Qur’an hidup dalam diri mereka,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa mimpi besar Syekh Ali Jaber adalah ingin mencetak generasi muda Indonesia yang Qur’ani. Targetnya adalah 1 juta penghafal Al-Qur’an. Dengan banyaknya penghafal Al-Qur’an di seluruh pelosok negeri dan masjid-masjid ramai dengan penghafal Al-Qur’an, Syekh Ali Jaber berharap Indonesia benar-benar menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

“Negeri yang indah, makmur dan dicintai tuhan-Nya, insyaallah terwujud, itu harapan beliau,” tambah Habib al-Habsy.

Satu lagi, akhlak Syekh Ali Jaber yang begitu agung dalam pandangan Habib al-Habsy yaitu bahwa dalam melakukan kebaikan, beliau mewanti-wanti agar tidak pernah berharap mendapatkan balasan dari manusia. Berharaplah untuk selalu mendapat ridla Allah.

“Itu yang beliau sering ucapkan,” katanya. (NU Online/a)

Sumber
: Hariansib edisi cetak

Tag:

Berita Terkait

Mimbar Agama Islam

Ratusan Jemaah Sholat Ghaib Terkait Kecelakaan Pesawat Sriwijaya dan Wafatnya Syekh Ali Jaber di Masjid Raya Aekkanopan

Mimbar Agama Islam

Berlinang Air Mata, Syekh Ali Jaber Ajak Umat Waspadai Virus Corona

Mimbar Agama Islam

Ma’ruf Amin hingga Prabowo Berduka atas Meninggalnya Syekh Ali Jaber

Mimbar Agama Islam

Ditusuk Orang Tak Dikenal, Kondisi Syekh Ali Jaber Tidak Parah