Jakarta (SIB)- Menpora Imam Nahrawi kembali mendengungkan hasratnya untuk menggelar kongres suporter seluruh Indonesia. Hal ini tak lepas dari meninggalnya salah satu suporter Persib Bandung, Ricko Andrean.Sebelum Liga 1 bergulir Imam sudah mempunyai wacana tersebut. Akan tetapi harapannya belum mendapat respons positif dari federasi, klub, maupun suporter.Oleh karena itu, setelah meninggalnya Ricko, menteri asal Bangkalan, Madura itu kembali mengajak semua pihak bergandengan tangan untuk menyelesaikan masalah kerusuhan suporter yang terus berulang. Ini penting agar ke depannya tidak ada lagi kejadian serupa."Sesungguhnya kami tidak pernah berhenti mencarikan jalan tengah kepada mereka atau model pertemuan," kata Imam usai melakukan peluncuran Liga Santri Nusantara di Kramat Raya, Jakarta, Kamis (27/7)."Tapi kita tahu sendiri di dalam perkumpulan suporter itu banyak perkumpulan dan komunitas lain juga. Ini yang mungkin ke depannya harus diurai bersama. Jadi saya minta keseriusan dari klub karena tanpa suporter apalah artinya sepak bola. Saya mohon ini kepada manajemen klub untuk menjadikan peristiwa ini sebagai peringatan keras. Sudahi nyawa hilang sia-sia," tambahnya."Untuk melakukan kongres suporter itu hal yang sudah lama kami pikirkan. tapi kalau tidak ada sambutan dari federasi, klub, dan suporter ya kita harus mengulang lagi," kata Imam.Meski begitu, Imam tetap optimistis wacana tersebut bisa dilakukan."Saya kira bukan tidak direspons, tapi karena euforia luar biasa karena liga digulirkan. Sehingga semua sibuk menonton klub kesayangan masing-masing. Tapi poin saya malam ini sudahi pertengkaran suporter," katanya. (detikSport/l)